Suara Sumatera - YouTuber Indonesia Windah Basudara kembali menjadi sorotan usai melakukan aksi donasi untuk mantan kiper Timnas Indonesia Kurnia Meiga.
Windah Basudara mengajak mengajak masyarakat Indonesia berdonasi untuk Kurnia Meiga yang didiagnosis terkena penyakit Papilledema.
Lewat livestream charity pada Selasa (11/7/2023), Windah mengajak untuk memberi donasi sembari menaikkan posisi Indonesia di platform PopCat.
Sang YouTuber juga berjanji kalau Indonesia berhasil meraih peringkat 9 di PopCat, maka ia akan ikut berdonasi sebesar Rp50 juta.
Namun, Indonesia gagal di peringkat kesembilan platform PopCat. Meski demikian, donasi tersebut berhasil meraup Rp270 juta.
Jumlah ini akan dibagi rata di empat kampanye, termasuk bantuan untuk mantan kiper Timnas Indonesia Kurnia Meiga.
"Tribute dan Charity PopCat tanggal 11 Juli done! Walau kita belum masuk 10 besar di PopCat. Tapi kita akam kembali di tanggal 17 Agustus dengan lebih kuat dan kalau bisa 5 besar! Sekali lagi terima kasih kiper legendaris Indonesia bang @egahermansyah yang bisa dibilang sudah menjadi "wajah" dalam campaign ini. We will never forget you Legend!" tulis Windah di akun Instagramnya dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Kamis (13/7/2023).
"Sekali lagi terima kasih kiper legendaris Indonesia bang @egahermansyah yang bisa dibilang sudah menjadi "wajah" dalam campaign ini. We will never forget you Legend!" sambungnya.
Kurnia Meiga pun merasa senang dengan acara penggalangan dana Windah Basudara.
Baca Juga: Lajutkan Pencarian Potongan Tubuh Diduga Mutilasi Sleman, Tim SAR Sisir Tiga Lokasi Jembatan
Mantan kiper Timnas ini mengucapkan terima kasih kepada Windah dan semua pihak yang telah mengambil bagian dalam inisiatif amal ini.
"terimakasih banyak orang baik.smoga berkah buat smua ya ka trutma kaka skeluarga.amin," tulis Kurnia Mega di kolom komentar akun Instagram Windah.
Diketahui, Windah Basudara tak hanya mengumpulkan donasi untuk mantan kiper Timnas Indonesia Kurnia Meiga.
Tetapi juga untuk tiga campaign lain yaitu, korban banjir lahar dingin Lumajang, bayi kuli bangunan yang terkena penyakit ganas, dan anak-anak pejuang HIV yang masing-masing mendapatkan Rp67,5 juta.