Suara Sumatera - Sosok Pendiri Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang tengah menjadi sorotan lantaran disebut menyebarkan aliran sesat. Buntut dari itu, ia dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaan agama.
Panji Gumilang menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Bareskrim Polri Jakarta beberapa waktu lalu.
Seiring dengan itu, sejumlah kabar miring terkait Panji Gumilang beredar di media sosial. Salah satunya, polisi melumpuhkannya dengan cara ditembak.
Informasi Panji Gumilang ditembak disebarkan sebuah akun Facebook bernama T8pol dengan narasi, "KAKI KANAN T3RT3MB4K, P0LISI TERPAKSA LUMPUHK4N PANJI GUMILANG KARNA INI.."
Sementara pada thumbnail video, si pengunggah mencantumkan judul:
"MELAWAN SAAT DI TANGKAP PANJI GUMILANG TERPAKSA DI.LPUHKAN APARAT"
Lantas benarkah Panji Gumilang ditembak karena melawan saat ditangkap?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran yang dilakuan, saat artikel ini ditulis, tidak ada informasi tentang penangkapan Panji Gumilang. Apalagi dirinya sampai ditembak polisi.
Faktanya, video sebenarnya berisi gambar thumbnail hasil editan. Video tersebut merupakan gabungan dari cuplikan-cuplikan video yang yang isinya tak sesuai dengan judul dan deskripsi.
Baca Juga: Pengacara Kaget Lihat Bukti Chat Virgoun ke Inara Rusli: Sangat Vulgar dan Tidak Pantas
Salah satu sumber gambar asli yang disunting dan digunakan untuk gambar thumbnail berasal dari palpres.com pada 20 Mei 2022: “Kapolres Kota Lubuklinggau AKBP Harissandi didampingi Kasat Reskrim AKP Romi menggelar press release kasus perampokan disertai pemerkosaan yang dilakukan tersangka Eko Sutiono 30 terhadap korban LI 21 warga Kecamatan Lubuklinggau Utara I Kota Lubuklinggau.
Sumber salah satu potongan video yang digunakan, tvOneNews di YouTube pada 27 Jun 2023: “Catatan Demokrasi, Menguji “Kesaktian” Ponpes Al Zaytun | Catatan Demokrasi tvOne …”
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, klaim video yang menyatakan Panji Gumilang ditembak lantaran melawan saat akan ditangkap merupakan kabar hoaks.
Dengan demikian, video yang dibagikan akun Facebook T8pol masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.