Suara Sumatera - Nicolas Petro ditangkap terkait kasus dugaan pencucian uang yang menyeretnya. Dirinya merupakan putra Presiden Kolombia Gustavo Petro.
Kantor Kejaksaan Agung menyatakan Nicolas ditangkap bersama mantan istrinya Daysuris del Carmen Vasquez terkait kasus tersebut.
Sebelumnya Nicolas menyangkal tudingan yang menyebut dirinya mengambil uang dari para pengedar narkoba sebagai imbalan memasukkan mereka dalam upaya damai ayahnya.
Sementara Daysuris pada awal tahun mengaku bahwa dua orang yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba telah memberikan uang kepada Nicolas untuk kampanye ayahnya.
Sang ayah, Gustavo, mengatakan pada X --sebelumnya dikenal sebagai Twitter-- bahwa dia mendukung kantor kejaksaan agung untuk melanjutkan penyelesaian kasus anaknya sesuai hukum yang berlaku.
"Semoga kejadian ini menempa karakternya dan semoga dia merenungkan kesalahannya sendiri," ujar Gustavo melansir Antara, Senin (31/7/2023).
"Seperti yang saya tegaskan kepada jaksa agung, saya tidak akan mengintervensi atau menekan keputusannya, dan biarlah hukum memandu prosesnya," sambungnya.
Gustavo sebelumnya telah membuat kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak untuk mengakhiri konflik internal Kolombia yang terjadi dalam 60 tahun terakhir dan menewaskan 450 ribu orang.
Selama satu tahun kepemimpinannya, Gustavo berhasil menghidupkan kembali negosiasi dengan kelompok gerilya Tentara Pembebasan Nasional (ELN) hingga menghasilkan gencatan senjata yang akan dimulai pada Agustus.
Baca Juga: Penalti Lima Grid Tak Hentikan Max Verstappen Menangi F1 GP Belgia
Sementara itu, upaya untuk menggelar audiensi dengan geng kejahatan terbesar di Kolombia, Clan del Golfo, masih tersendat karena kekerasan yang masih berlanjut. Kantor Kejaksaan Agung akan meminta hakim agar Nicolas dan mantan istrinya ditahan atas dakwaan tersebut.
"Kami akan merumuskan tuntutan untuk kejahatan yang disebutkan sebelumnya," kata Kantor Kejaksaan Agung.