Suara Sumatera - Nama AKBP Reinhard Habonaran Nainggolan saat ini menjadi buah bibir karena melakukan tindakan disiplin berupa pemukulan terhadap dua anggotanya.
Dua anggota Polres Dairi bernama Bripka DS dan Bripka HS mengklaim mereka dianiaya oleh Reinhard Nainggolan hingga masuk rumah sakit.
Kekinian Reinhard diperiksa oleh Bidang Propam Polda Sumatera Sumut terkait dugaan penganiayaan anggotanya. Penasaran dengan sosoknya, berikut profil dan biodata AKBP Reinhard Nainggolan:
AKBP Reinhard Nainggolan merupakan seorang perwira menengah (Pamen) di Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Reinhard adalah alumni Akademi Kepolisian yang lulus pada tahun 2003. Dirinya memiliki pernah bertugas di beberapa posisi berbeda di Kepolisian.
Reinhard menjabat sebagai Kapolres Dairi, tepatnya pada 8 Juli 2023. Ia menggantikan AKBP Wahyudi Rahman yang dimutasi ke Polres Tanah Karo.
Melansir digtara.com, sebelum bertugas di Kabupaten Dairi, Reinhard sempat menjabat sebagai Kapolres Nias Selatan (Nisel).
Selama masa tugasnya di Polres Nias Selatan, Reinhard sempat menjadi penjamin seorang janda beranak lima yang ditahan di Kejari Nisel.
Reinhard mengaku penjaminan penangguhan itu agar Erlina Zebua dapat bebas dan merawat kelima anaknya. Pasalnya, anak-anak Erlina saat itu dalam kondisi sakit.
Minta maaf dan tidak akan mengulangi
Reinhard meminta maaf karena melakukan tindakan disiplin yang membuat kedua anggotanya Bripka DS dan Bripka HS masuk rumah sakit.
"Saya meminta maaf atas kejadian tersebut," kata Reinhard dalam keterangan yang diterima, Rabu (30/8/2023).
Reinhard telah menjenguk kedua anggota itu di rumah sakit untuk bertanggungjawab dan meminta maaf secara langsung. Dirinya berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatannya.
"Berjanji tidak akan mengulangi kembali," ujarnya.
Diketahui, peristiwa bermula pada Minggu 27 Agutus 2023 sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu Reinhard datang untuk mengecek personel piket. Namun, dirinya tidak menemukan ada petugas jaga.
"Pada pukul 04.00 WIB, personel piket jaga tidak ada melakukan pemukulan lonceng," kata Reinhard.
Reinhard lalu memanggil petugas piket melalui handy talkie (HT), tetapi tidak ada yang menjawab. Akhirnya Reinhard sendiri yang memukul lonceng di piket penjagaan.
Reinhard kemudian mengumpulkan para personel yang saat itu tengah piket untuk menanyakan kenapa tidak ada yang menjawab.
"Sehingga memberikan tindakan disiplin kepada personel yang melaksanakan piket," ujarnya.
Saat memberikan tindakan disiplin, Bripka David Sitompul dan Bripka Hendrik Simatupang bertanya apa salah mereka. Hingga akhirnya kedua anggotanya masuk rumah sakit dan mengaku dipukul oleh Reinhard.
Reinhard menegaskan tidak ada melakukan tindakan berlebihan kepada dua anggotanya itu seperti yang beredar.
"Melakukan tindakan disiplin kepada personel tidak melebihi batas," katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi mengatakan Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi telah memerintahkan Kabid Propam untuk melakukan pemeriksaaan terhadap Kapolres Dairi.
"Terkait tindakan Kapolres, Propam Polda Sumut sudah melakukan pemeriksaan dan klarifikasi. Itu perintah Kapolda dan (itu) tindakan tegas," kata Hadi.