Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?

Achmad Fauzi

Kamis, 25 Juni 2026 | 14:39 WIB
Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?
BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Danantara mengalokasikan dana investasi Rp20 triliun untuk membangun industri perunggasan guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.
  • BRI Danareksa Sekuritas menilai proyek tahap awal Danantara belum akan menekan kinerja emiten peternakan swasta dalam jangka pendek.
  • Fokus proyek Danantara pada ekosistem tertutup dan keterbatasan lahan menyebabkan risiko kelebihan pasokan ayam tetap terkendali hingga 2029.

Suara.com - Danantara Indonesia mulai memperlebar sayapnya untuk masuk bisnis industri ayam atau perunggasan. Setidaknya, dana Rp20 triliun akan digelontorkan Danantara untuk membangun industri tersebut.

Masuknya Danantara ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi bisnis emiten-emiten peternakan. Karena, industri yang akan dibangun pengelola BUMN itu sangat besar.

Namun, BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menilai, langkah Danantara itu belum akan memberikan tekanan terhadap emiten-emiten peternakan dalam waktu dekat.

BRI Danareksa menilai fundamental industri perunggasan dalam jangka pendek masih tetap terjaga meski pemerintah terus mendorong hilirisasi sektor unggas melalui Danantara.

Salah satu peternak unggas di Banyuwangi [Foto: Suaraindonesia]
Ilustrasi Industri unggas [Foto: Suaraindonesia]

"Proyek perunggasan Danantara diperkirakan akan menyasar segmen yang berbeda dengan perusahaan integrator. Kami tetap mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor ini," tulis analis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya seperti dikutip, Kamis (25/6/2026).

Menurut BRI Danareksa, proyek hilirisasi unggas Danantara yang dijalankan melalui Berdikari masih berada pada fase awal. Meski telah mengantongi komitmen pendanaan sebesar Rp20 triliun melalui pinjaman investasi dengan tenor hingga lima tahun, realisasi proyek di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satu kendala utama adalah ketersediaan lahan di wilayah sasaran yang mayoritas berada di luar Pulau Jawa.

Selain itu, proyek tersebut lebih difokuskan untuk membangun ekosistem tertutup (closed-loop ecosystem) guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pembangunan pabrik pakan di Bone, Lampung, dan Gorontalo.

BRI Danareksa Sekuritas juga melihat risiko kelebihan pasokan ayam atau oversupply berpotensi lebih kecil dibandingkan perkiraan sebelumnya. Hal itu seiring target kuota impor Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 800 ribu ekor diperkirakan tidak akan terealisasi sepenuhnya.

baca juga

"Target awal kuota Grand Parent Stock (GPS) sebesar 800 ribu ekor kemungkinan tidak akan terealisasi sepenuhnya, sehingga kondisi keseimbangan pasokan dan permintaan pada tahun buku 2028 hingga 2029 diperkirakan akan lebih baik," tulis analis.

Selain itu, skema impor soybean meal (SBM) melalui Berdikari yang telah berjalan selama sekitar dua bulan juga diperkirakan mulai memberikan dampak positif terhadap margin bisnis pakan pada kuartal III 2026.

"Impor soybean meal (SBM) melalui Berdikari telah berjalan selama dua bulan, dengan dampak terhadap margin bisnis pakan diperkirakan akan terlihat secara penuh pada kuartal III 2026," lanjut riset tersebut.

Di tengah berbagai inisiatif pemerintah tersebut, BRI Danareksa Sekuritas tetap optimistis terhadap prospek sektor poultry. Saat ini, sektor tersebut diperdagangkan pada valuasi sekitar 3,8 kali, atau sekitar 1,5 standar deviasi di bawah rata-rata lima tahun, sehingga dinilai telah mencerminkan kondisi harga live bird (LB) yang masih rendah.

Analis juga mempertahankan rekomendasi Overweight terhadap sektor peternakan. Mereka menilai sebagian besar proyek pemerintah masih berada pada tahap awal pengembangan dan lebih difokuskan untuk mendukung program MBG serta memenuhi kebutuhan di wilayah yang selama ini belum banyak terlayani.

Sementara itu, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) tetap menjadi saham pilihan utama karena memiliki posisi yang dinilai lebih menarik dibandingkan emiten sejenis. Untuk jangka pendek, analis memperkirakan harga live bird mulai pulih pada Juli 2026 seiring membaiknya permintaan.

Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati investor, mulai dari potensi tidak berlanjutnya program MBG, tingginya inflasi, hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat memengaruhi kinerja industri perunggasan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:02 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Terkini

Prabowo Minta Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lain

Prabowo Minta Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lain

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Raksasa Samudra Bersandar di Lampung: MV Cape San Juan Bawa 'Otot' Militer Super Garuda Shield 2026

Raksasa Samudra Bersandar di Lampung: MV Cape San Juan Bawa 'Otot' Militer Super Garuda Shield 2026

Lampung | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:53 WIB

Senin Pagi Harga Minyak Dunia Melonjak karena Ketidakpastian Selat Hormuz

Senin Pagi Harga Minyak Dunia Melonjak karena Ketidakpastian Selat Hormuz

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Menag Sebut Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Apa Maksudnya?

Menag Sebut Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Apa Maksudnya?

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM

Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Wall Street Cetak Rekor, 6 Saham Ini Diprediksi Jadi Buruan Investor Hari Ini

Wall Street Cetak Rekor, 6 Saham Ini Diprediksi Jadi Buruan Investor Hari Ini

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Mengenal Tujuan Gerakan Pramuka dan Perannya dalam Pembentukan Karakter Bangsa

Mengenal Tujuan Gerakan Pramuka dan Perannya dalam Pembentukan Karakter Bangsa

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Jasad Bayi Ditemukan Terkubur di Mojokerto, Polisi Cari Pelakunya

Jasad Bayi Ditemukan Terkubur di Mojokerto, Polisi Cari Pelakunya

Jatim | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Harga Rumah Naik Tipis, BI Catat Penjualan Properti Mulai Pulih pada Kuartal II 2026

Harga Rumah Naik Tipis, BI Catat Penjualan Properti Mulai Pulih pada Kuartal II 2026

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Iran Janji Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Perang

Iran Janji Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Perang

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:35 WIB

×