Suara Sumatera - Denny Siregar yang biasanya selalu memuja-muji Presiden Joko Widodo, kini tampaknya sudah berani mengambil sikap berbeda. Dirinya mengkritik Jokowi dan keluarganya soal isu dinasti politik. Bahkan, Denny Siregar membandingkan keluarga Jokowi dengan keluarga mantan Presiden Soeharto.
Kritik ini dilontarkan Denny lewat unggahan video di kanal YouTube 2045 TV. Awalnya, ia cerita soal anak-anak dan kroni mantan presiden Soeharto yang menurutnya menjadi penyebab kebobrokan rezim orde baru hingga diturunkan paksa mahasiswa pada 1998. Usai bercerita soal Soeharto, Denny lalu masuk soal isu dinasti politik Jokowi dan keluarganya.
"Saya mendengar banyak banget kasak kusuk di masyarakat akan menguatnya isu politik dinasti di keluarga Jokowi, bermula dari Gibran menjadi Wali Kota Solo, Bobby Nasution menjadi Wali Kota Medan dan yang terakhir Kaesang, putra bungsunya menjadi Ketua Umum PSI," kata Denny seperti dilihat Rabu (4/10/2023).
Dirinya mengutarakan anak-anak Jokowi yang mendapat keistimewaan terjun politik semakin menjadi bahan pembicaraan.
"Diam-diam ada perasaan yang berkembang di masyarakat tentang betapa mudahnya menjadi anak-anak presiden. Padahal di saat yang sama banyak anak muda lain harus berjuang sendirian, tanpa bantuan nama besar ayahnya, bahkan untuk sekedar hidup saja," ungkapnya.
Denny menuturkan, ketika Kaesang didaulat menjadi kader PSI dan hanya dalam waktu 2 hari saja tiba-tiba menjadi Ketua Umum PSI, sentimen negatif itu semakin menguat dan keluar dalam bentuk sindiran-sindiran halus.
Bahkan bahan tertawaan atas kemudahan luar biasa yang didapatkan anak-anak Jokowi dalam berbisnis dan berpolitik.
"Itu membuat banyak orang iri hati dan membanding-bandingkan diri mereka yang tidak pernah mendapatkan fasilitas-fasilitas itu," ungkapnya.
Berbagai sindiran, kata Denny, muncul di tengah masyarakat mulai dari nggak perlu sekolah tinggi-tinggi hingga kata orang dalam.
"Saya itu bisa dibilang pecinta Jokowi dua periode. Saya turun ke jalan untuk membelanya karena saya cinta Indonesia, negeri ini harus dipimpin orang yang punya tekad menjadikan Indonesia sebagai negara maju," ucapnya.
Bahkan ketika ada beberapa orang mengajaknya untuk berkampanye agar Jokowi bisa menjabat tiga periode, Denny menegaskan menolak keras.
"Saya hanya ingin Jokowi selesai dengan elegan dan nama baiknya menjadi harum karena dialah peletak pondasi kemajuan pembangunan negara sekarang ini, saya tidak ingin nama beliau rusak karena dianggap haus kekuasaan," katanya.