Parenting dari Psikolog Saskhya Aulia Prima: Anak Butuh Kemampuan yang Relevan dengan Dunianya

Suara Sumedang Suara.Com
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 19:08 WIB
Parenting dari Psikolog Saskhya Aulia Prima: Anak Butuh Kemampuan yang Relevan dengan Dunianya
Psikolog Saskhya Aulia Prima, M.Psi. (Suara.com/Dini Afrianti)

SuaraSumedang.id Parenting merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan anak, hal apa saja yang diajarkan oleh orangtua akan selalu diingat oleh anaknya.

Sebagai orangtua yang bijak perlu mengetahui parenting yang baik dan bekal apa saja yang harus dimiliki oleh anaknya.

Guru pertama bagi anak adalah Orangtua, sebelum ia masuk sekolah. Beberapa orang tua mungkin akan mengajarkan keahlian membaca, menulis, dan berhitung, atau disebut calistung, sebelum anak masuk ke tahap sekolah dasar.

Namun, seiring perkembangan zaman diikuti kecanggihan teknologi dan beragambya profesi yang ada saat ini, mengajarkan calistung saja ternyata tidak cukup. Seperti dilansir dari suara.com pada 12 Agustus 2022.

Menurut psikolog Tiga Generasi Saskhya Aulia Prima, orang tua saat ini dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam mendidik anak untuk bisa berprestasi setinggi mungkin.

"Banyak sekali hal-hal di masa depan bukan cuma kompetisi, tapi bagaimana membentuk anak yang punya kepribadian, karakter, dan kemampuan yang bisa membantu mereka untuk relevan di dunianya," kata Saskhya saat webinar Winning Window Period bersama Nutrilon Royal, Selasa (9/8/2022). 

Anak yang sudah mengenal kepribadian, karakter, juga tahu kemampuan dirinya bisa memudahkannya untuk menentukan pilihan terkait profesinya di masa depan. 

Dikatakan dalam penelitian, lanjut Saskhya, 50 persen karyawan di seluruh dunia butuh pembaruan keahlian apa pun setiap 6 bulan. Akan tetapi, otak manusia sebenarnya tidak dirancang untuk selalu membuat sesuatu yang baru terus menerus karena berisiko sebabkan stres.

Akan tetapi, agat tetap bisa bersaing dan mengikuti zaman, Saskhya menyampaikan, orang tua perlu memastikan kemampuan motorik anak terstimulasi dengan optimal.

Baca Juga: Fenomena Hujan Es Terjang Kerinci, Warga Berhamburan Keluar Rumah

"Sebetulnya ada tiga aspek besar dari sisi motorik karena tetap aja anak-anak di masa depan butuh operating sesuatu, mesin atau apapun yang mungkin mereka juga harus create sendiri," ujarnya.

Ia mengingatkan agar anak jangan terlalu sering dibiarkan memegang ponsel. Melainkan, orang tua membimbing anak dalam menggunakan tangannya secara lebih aktif, seperti memegang pensil, kuas,  membuka dan menutup tutup botol juga lainnya.

Selain itu, asah kemampuan kognitif anak dengan mengajaknya fokus mengerjakan sesuatu atau juga dengan membaca. 

"Ini sebetulnya gambaran aja kalau kita mau mengembangkan skill anak atau keterampilan sebetulnya yang perlu kita pikirkan banyak banget. Jadi bukan cuma sekadar baca, tulis, hitung," kata Saskhya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI