Peternak Ayam Karawang Sebut Kenaikan Harga Telur Tak Membuat Untung Berlipat, Rupanya Ini Penyebabnya

Purwasuka

Rabu, 31 Agustus 2022 | 22:06 WIB
Peternak Ayam Karawang Sebut Kenaikan Harga Telur Tak Membuat Untung Berlipat, Rupanya Ini Penyebabnya
Peternak ayam petelur.

KARAWANG – Dalam sepekan terakhir harga telur di sejumlah daerah di Jawa Barat mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Termasuk di wilayah Karawang, harga telur ayam melejit tembus Rp 32 per kilogram.

Namun demikian, melonjaknya harga telur tak membuat para peternak di wilayah Karawang untung berlipat-lipat. Bahkan beberapa diantaranya nyaris bangkrut, karena tingginya biaya pakan.

Seperti yang dituturkan Dede Ismail. Peternak ayam petelur asal Desa Cintalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang ini mengungkapkan penyebab harga telur di wilayahnya melonjak tajam. 

Menurut Dede, kenaikan harga telur hingga Rp32 ribu per kilogram merupakan harga tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Namun demikian, dirinya mengaku belum merasakan untung yang tinggi pula. Malah sebaliknya, ia justru harus putar otak agar beban biaya produksi tak menghancurkan usahanya.

Menutnya, kenaikan harga telur lebih disebabkan naiknya harga konsentrat (pakan jadi) yang cukup tinggi, bahkan membebani biaya produksi.

"Sebenarnya naik ini karena konsentrat, mulai naiknya itu semenjak dua minggu lalu. Dan memang ini yang tertinggi mencapai Rp 375 ribu per karung," kata Dedei dikutip dari Detik.com.

Untuk harga konsetrat per karung seberat 50 kilogram, kata Dede, dulu hanya sekitar Rp 300 ribu dan itu sudah diantarkan. Namun, kini harga per karung mencapai Rp 375 ribu dan belum termasuk ongkos kirim.

Untuk menyiasati harga pakan yang melonjak, Dede menanam jagung di lahan samping kandangnya. Ia pun memanfaatkan pupuk hasil olahan kotoran ayam di kandangnya.

"Saya tanam jagung, karena jatuhnya lebih murah. Saya mengakali pakan ini dengan cara mencampurkan bubuk jagung," ungkapnya.

Untuk harga pakan jagung, saat ini mencapai Rp 300 ribu per kuintal. Angka itu 50 persen lebih murah dari harga pakan konsentrat.

Dengan cara itu ia mampu memangkas biaya produksi hingga 30 persen imbas dari kenaikkan harga pakan tersebut.

"Supaya usaha tetap jalan aja, kita hemat biaya produksi meskipun sebenarnya jumlah keuntungan tetap lebih kecil dari harga normal," tuturnya.

Soal harga telur yang dijualnya, Dede mengakui menjualnya dengan harga lebih mahal dibanding biasanya. Hal itu mau tidak mau dilakukan karena biaya produksi yang naik. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ratusan Bangunan Sekolah di Karawang Rusak, Legislator Dorong Pemkab Segera Perbaiki

Ratusan Bangunan Sekolah di Karawang Rusak, Legislator Dorong Pemkab Segera Perbaiki

Purwasuka | Rabu, 31 Agustus 2022 | 15:15 WIB

Serapan Tenaga Kerja Karawang di Semester Pertama 2022 Menurun, DPMPTSP Ungkap Penyebabnya

Serapan Tenaga Kerja Karawang di Semester Pertama 2022 Menurun, DPMPTSP Ungkap Penyebabnya

Purwasuka | Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:34 WIB

Pasar Karawang Hari Ini: Bawang Merah dan Telur Ayam Turun Harga

Pasar Karawang Hari Ini: Bawang Merah dan Telur Ayam Turun Harga

Purwasuka | Rabu, 31 Agustus 2022 | 07:58 WIB

Terkini

Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026

Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:53 WIB

Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia

Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:47 WIB

Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?

Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:37 WIB

Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang

Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:28 WIB

Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026

Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:32 WIB

Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos

Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:26 WIB

Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:21 WIB

Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago

Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:14 WIB

Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?

Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:07 WIB

Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI

Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI

Sumsel | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:34 WIB