SuaraSumedang.id - Decluttering merupakan kegiatan untuk mengurangi dan merapikan barang-barang tidak berguna yang disimpan di dalam dan sekitar rumah kita.
Istilah merapikan juga dipopulerkan oleh Marie Kondo dalam bukunya yang berjudul The Life-Changing Magic of Tidying.
Dalam buku tersebut, Marie Kondo mendefinisikan pembersihan sebagai kegiatan membuang barang-barang yang tidak membuat senang pemiliknya.
Misalnya, Anda menghemat waktu dan energi dengan memiliki lebih sedikit barang untuk dibersihkan nanti.
Kegiatan merapikan juga dapat menghilangkan stres karena dapat mengurangi kekacauan di rumah.
Mari menjadi mandiri. Semakin sedikit barang yang kita miliki, semakin mudah bagi kita untuk fokus pada hal yang paling penting.
Jadi apa yang bisa kita singkirkan dengan harapan hidup kita akan lebih bahagia setelahnya, dilansir yoursay.suara.com Jumat (9/9/2022).
1. Pakaian dan Aksesoris yang Sudah Tidak Terpakai
Jika kita suka mengoleksi pakaian dan aksesoris dengan model yang berbeda, ini saat yang tepat untuk berhenti.
Karena mengikuti tren tidak akan pernah ada habisnya.
Serahkan pakaian yang terlalu kecil atau tidak lagi digunakan untuk orang lain yang membutuhkannya.
2. Kemasan Bekas
Kotak telepon, sepatu, kotak elektronik dan lain-lain, mengapa kami menyimpannya?
Pastikan hanya barang-barang yang tepat untuk kita yang menjadi penghuni rumah kita.
3. Mainan Rusak
Perlakuan ini sama dengan kemasan bekas. Buang saja yang rusak.
Jika perlu, libatkan anak dalam proses pembersihan agar anak juga belajar menjalani hidup minimalis.
4. Buku Tidak Digunakan
Bagi sebagian orang, buku adalah barang yang paling sulit dipesan. Fungsi buku adalah untuk dibaca.
Jadi jika kita belum membacanya dan yakin tidak akan membacanya lagi suatu hari nanti, mengapa kita masih menyimpannya di rumah ?
Ayo pisahkan lalu jual atau berikan kepada kerabat yang membutuhkan. Bisa di tangan orang lain, akan lebih bermanfaat.
5. Riasan Kadaluarsa atau Perawatan Kulit yang Tidak Cocok
Cek mana yang tidak terpakai dan kadaluarsa. Bersiaplah untuk melepaskannya.
6. Alas Kaki
Selain pakaian dan aksesori, sandal atau sepatu yang sudah usang atau jarang dipakai harus dilepas.
Penumpukan sepatu di lemari sepatu juga memicu tumbuhnya jamur yang dapat menyebabkan penyakit kulit.
7. Perangkat dengan Fungsi Sama
Menggabungkan semua perangkat yang beberapa dan memiliki fungsi yang sama.
Misalnya wajan atau penggorengan dengan ukuran yang sama, spatula, kabel dan masih banyak lagi.
Kemudian putuskan apakah Anda yakin itu akan digunakan di masa mendatang, atau dapat menyimpannya, bahkan memberikan sisanya kepada orang lain.
8. Kwitansi Pembayaran
Ada orang yang sangat rajin mengumpulkan struk pembelian untuk digunakan sebagai tagihan rumah tangga.
Masalahnya, banyak dari kita yang merasa harus menumpuknya selama berbulan-bulan.
Walaupun tulisan di struk bisa hilang dengan sendirinya.
Daripada menumpuknya di tempat sampah, lebih baik kita mengambil foto dan menyimpannya di folder khusus.
9. Barang Kenangan
Memang, kita pasti punya barang-barang yang memiliki nilai sejarah untuk hidup kita. Seperti buku kehamilan, barang-barang bayi kita.
Bahkan gaun pesta pernikahan, surat cinta, pin, souvenir pernikahan sahabat, dan lain sebagainya.
Namun, yang namanya kenangan itu akan selalu bertahan dalam memori otak kita.
Kita bisa memfotonya terlebih dahulu untuk dapat dinikmati kenangannya lagi nanti.
10. Bumbu Dapur yang Expired
Coba kita cek, bahan-bahan makanan di kulkas, rempah-rempah, bumbu-bumbu instan, atau perlengkapan membuat kue, pasti ada yang sudah tidak layak konsumsi.
Segera sisihkan, buang, kemudian ganti dengan yang baru jika masih membutuhkannya. Sediakan stok secukupnya saja, jangan berlebihan.
Bagi seseorang yang belum pernah melakukan proses decluttering, sebaiknya jangan terlalu memaksakan.
Tidak perlu langsung semuanya sekaligus di singkirkan, kita bisa melakukan decluttering secara bertahap.
Bisa dimulai dari barang-barang yang sebenarnya adalah sampah, seperti nota-nota pembelian atau makeup yang sudah kadaluwarsa.