SuaraSumedang.id – Mesin politik mulai memanas menuju tahun 2024, banyak isu yang berseliweran di pemerintahan hingga partai politik.
Diketahui seorang Juru bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan indikasi kecurangan terjadi pada Pemilu 2019 kemarin.
“Sejak era pemilihan langsung di era orde reformasi komisioner KPU yang pernah ditangkap karena ada upaya memanipulasi hasil pemilu yang kami ingat kami tahu namanya Wahyu Setiawan,” kata Herzaky, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2022).
Ia menjelaskan fenomena terkait kecurangan Pemilu 2019 lalu terlihat dari adanya Komisioner KPU yang ditangkap lantaran mencoba memanipulasi hasil penghitungan suara.
“Wahyu Setiawan komisioner KPU 2019. Terkait dengan pemilu 2009 kami enggak dengar tuh ada komisioner KPU yang ditangkap?,” imbuh Herzaky.
Kemudian fakta kedua, kata Herzaky, tentang dugaan kecurangan Pemilu 2019 yakni sosok Harun Masiku.
Kader partai berlambang banteng ini masih buron hingga saat ini usai tersandung perkara suap terkait suap pemilu legislatif.
“Kemudian kami percaya kecurangan Pemilu ini juga di 2019 ada sosok yang namanya Harun Masiku. Ini kader partainya yang tadi nggak boleh disebut ya belum disebut ya,” kata Herzaky.
Kedepan Herzaky meminta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk lebih berkompeten dalam menyebutkan fakta.
Baca Juga: Hasil MotoGP Aragon 2022: Bastianini Patahkan Rekor Bagnaia, Quartararo dan Marquez Tabrakan
Herzaky meminta kedepan Hasto agar berbicara berdasarkan fakta, agar tidak menjadi hoaks.
“Jadi saran kami, tolong kepada teman kami (Hasto). Tolong jangan suka menyebar hoax di muka publik gitu loh demokrasi ini jangan dikotori oleh pernyataan-pernyataan yang tidak ada buktinya yang pasti bukti jelas,” pungkasnya.
Sumber: Suara.com