SuaraSumedang.id - Cerita pilu seorang ibu yang mengetahui kabar jika putranya menjadi satu di antara korban dalam tragedi Kanjuruhan, mengundang perhatian warganet.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang tersebut menyebabkan ratusan nyawa melayang sesuai Arema FC menelan kekalahan 2-3 dari Persebaya Surabaya dalam BRI Liga 1 pekan 11, Sabtu (1/10/2022).
Cerita seorang ibu yang baru mengetahui anaknya menjadi satu di antara korban tragedi Kanjuruhan itu pun di posting ulang di media sosial oleh akun Twitter @idextratime.
Dalam postingan tersebut, seorang ibu itu menceritakan jika dirinya tengah berada di bandara untuk terbang ke Kota Surabaya.
Saat di bandara, seorang ibu itu pun menanyakan apakah ini gate yang benar untuk penerbangan ke Surabaya.
Lalu seseorang itu menanyakan tujuan kota mana dari ibu tersebut. Lantas ia menghela nafas, dan mengatakan jika anaknya menjadi korban dalam tragedi Kanjuruhan, Malang.
"Saya mau pulang mas, anak saya meninggal karena nonton pertandingan Arema. Anak saya sudah dimakamkan, tapi saya belum lihat wajahnya untuk yang terakhir kali," ucap ibu-ibu tersebut sambil terisak.
Selanjutnya ibu tersebut menunjukkan "chat" terakhir dengan anaknya yang meminta izin untuk nonton Arema FC berlaga. Setelah itu anaknya tidak memberikan kabar lagi.
Melihat ibu tersebut yang sangat terguncang, warganet tersebut tetap mendampinginya dan menawarkan bantuan untuk mengantarkannya hingga ke Malang.
Dalam perjalanannya ke Malang, ibu tersebut menunjukkan wajah anaknya dan mengatakan jika dirinya bekerja di Jakarta untuk membesarkan anaknya.
"Saya jauh-jauh kerja di Jakarta itu untuk besarkan anak, kalau anak saya sudah nggak ada seperti ini rasanya seperti sia-sia," lanjutnya dalam cerita tersebut.
Unggahan video tersebut lantas viral dan banjir simpati serta doa untuk ibu-ibu yang kehilangan anaknya tersebut.
"Gue gak bisa bayangin gimana sakit nya si ibu itu, gila gila separah ini ternyata tragedi kanjuruhan," tulis salah satu warganet.
"Mungkin salah satu musibah terbesar bagi orang tua adalah ketika mereka harus menaburkan bunga diatas makam anaknya sendiri," tulis komentar warganet.
"Mulai hari ini. banyak ibu yang akan membenci sepak bola," komentar warganet lainnya.
"Bener bener sakit hati rasanya, yg kuat Bu," tulis warganet di kolom komentar.
"Merinding bacanya," tulis warganet lainnya.
Unggahan video seorang warganet yang menceritakan bertemu seorang ibu-ibu yang menangis di Bandara karena tragedi Kanjuruhan ini banjir doa dan simpati dari warganet.
Kontributor: Dinar Oktarini
Sumber:SuaraJogja