- Pelatih Luis de la Fuente menekankan pentingnya nilai kemanusiaan untuk memperkuat skuad Spanyol menuju Piala Dunia 2026 mendatang.
- Daftar resmi pemain Spanyol untuk Piala Dunia 2026 tidak menyertakan pemain dari Real Madrid sama sekali.
- Spanyol dijadwalkan memulai perjuangan di Grup H dengan melawan Tanjung Verde pada 15 Juni 2026 di Amerika.
Suara.com - Pelatih kepala Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, secara blak-blakan menegaskan bahwa kualitas teknis dan taktik semata tidak akan cukup untuk membawa timnya menjuarai Piala Dunia 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif bersama FIFA, kurang dari sebulan sebelum La Furia Roja memulai kampanye mereka di Amerika Utara.
Guna mewujudkan ambisi besar tersebut, sang pelatih kini tengah membangun fondasi tim yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, terutama bagi wonderkid andalan mereka, Lamine Yamal.
Filosofi Manusia di Balik Taktik
![Pengamat sepak bola Spanyol, Tomas Roncero, mengaku heran setelah melihat tidak ada satu pun pemain Real Madrid yang masuk skuad utama Timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2026. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/26/48166-luis-de-la-fuente.jpg)
Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan Eropa dan identitas permainan yang sangat jelas.
Namun, De la Fuente merasa timnya masih memiliki ruang besar untuk berkembang menjadi lebih kuat di atas lapangan.
“Kami memiliki kelompok pemain yang sangat berbakat, tetapi banyak dari mereka yang masih sangat muda,” ujar De la Fuente kepada FIFA.
Ia meyakini perpaduan pemain muda dan sosok berpengalaman telah memberikan stabilitas serta arah yang jelas bagi tim nasional.
“Saya mencoba melepaskan tekanan dan menempatkan kekalahan dalam perspektif yang wajar,” lanjut pelatih yang sukses membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 tersebut.
Menurutnya, pemain di level setinggi Piala Dunia bisa saja menjalankan semua taktik dengan benar, tetapi tetap mengalami kekalahan.
Karena itu, ia meminta para pemain untuk tetap tenang, bertanggung jawab, profesional, dan saling menghormati satu sama lain.
“Kami mengedepankan nilai-nilai yang menjadi inti kerja sama tim, yakni bermain untuk diri sendiri dan untuk satu sama lain,” tegasnya.
Mengejar Warisan Vicente del Bosque
Keberhasilan menjuarai Euro 2024 disebut De la Fuente berhasil mengembalikan rasa bangga generasi muda terhadap Timnas Spanyol.
“Saya ingin kami diingat seperti tim asuhan idola saya, Vicente del Bosque, yakni sebagai generasi pesepak bola yang tidak hanya mengerti apa artinya bermain, tetapi juga apa artinya menjadi manusia,” ungkapnya.