SuaraSumedang.id - Pelatih Persib Bandung Luis Milla membuka peluang seluas-luasnya bagi klub sepak bola di Indonesia, baik dari Liga 1 maupun Liga 2 untuk bisa menjalani latihan bersama dengan timnya.
Harapan Luis Milla untuk bisa menjalani latihan bersama dengan tim-tim dari Liga 1 setiap Sabtu-Minggu.
Pasalnya, latihan bersama akan bermanfaat dalam memantau kebugaran pemain setelah sepekan berlatih.
Tentunya, tim dari Liga 1 akan memberikan ujian yang lebih besar terhadap anak asunya, karena memiliki kualitas yang setara.
"Rencananya, setiap Sabtu-Minggu, kami akan memiliki agenda uji tanding, dan mungkin bisa saja agenda selanjutnya, lawannya dari satu tim dari Liga 1," kata Luis Milla, dikutip dari laman resmi klub.
Di samping itu, latihan bersama pun akan menjadi bahan untuk tim melakukan evaluasi terhadap masing-masing pemain dalam mengukur kesiapan menjalani pertandingan Liga 1.
Meski memang hingga saat ini, kelanjutan kompetisi Liga 1 sendiri masih mengalami penundaan.
"Sementara ini, kami masih menunggu informasi dari manajemen mengenai kelanjutan kompetisi, tidak bisa membuat planning jauh. Jadi, saya hanya punya ide untuk melanjutkan latihan setiap satu pekan ke depan," kata juru taktik asal Spanyol itu.
Sebelumnya, Luis Milla mengaku senang dengan penampilan anak asuhnya pada latihan bersama dengan FC Bekasi City di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (12/11/2022).
Baca Juga: Cerita Gisel Tetiba Diteriaki Pelakor hingga Dilihatin Orang se-Bandara: Ketawa Aja
Dalam sesi latihan itu, Persib memenangkan pertandingan dengan 3-0 atas FC Bekasi City. Ketiga gol itu dihasilkan melalui eksekusi penalti Marc Klok di menit 45, dan brace Beckham Putra Nugraha di menit 81 dan 94. Tetapi, Milla mengakui jika penampilan timnya masih ada kekurangan.
"Ini pertandingan yang sangat penting untuk mengevaluasi pemain dan tim, melihat sejauh mana perkembangan mereka di latihan. Saya melihat penampilan mereka antara babak pertama dan kedua sedikit berbeda," kata Milla.
Di babak pertama, Persib memang bisa menciptakan satu gol, tapi Milla menilai jika skuadnya belum cukup cepat dalam membangun serangan.
Para pemain juga tidak bisa dengan cepat merebut bola dari lawan ketika kehilangan penguasaan bola di lapangan.
"Di babak kedua, saya melihat tim lebih positif. Mereka lebih banyak mengalirkan bola, baik dari switch play maupun dari kaki ke kaki. Ketika hilang bola, mereka juga melakukan instruksi kami. Ini semua jadi bahan evaluasi untuk selanjutnya," kata dia.(*)