SuaraSumedang.id - Proses sidang gugatan cerai yang dilayangkan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika terhadap suaminya, Dedi Mulyadi sekarang ini diwarnai aksi saling sindir antara dua belah pihak.
Terlebih Dedi Mulyadi sebagai anggota DPR RI kerap melakukan aksi blusukan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Purwakarta.
Bahkan, tidak sedikit dalam aksi blusukan yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi tersebut seolah mengkritisi tugas daripada pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta yang kini dipimpin oleh istrinya, Anne Ratna Mustika.
Sebaliknya, Anne Ratna Mustika pun sempat mengungkit jika Bupati Purwakarta terdahulunya sempat meninggal utang dana bagi hasil (DBH) untuk desa-desa.
Selain itu, Anne Ratna Mustika pun menyinggung soal tindakan pencitraan hingga menangis yang tidak diketahui apakah itu benar atau tidaknya.
Menilik kasus perceraian Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika ini, Pengamat Politik dan Pemerintah Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Siddha turut memberikan tanggapan.
Menurut Arlan Siddha, perceraian antara Dedi Mulyadi dengan Anne Ratna Mustika tersebut merupakan masalah personal.
"Saya pikir itu sesuatu yang personal, mereka sudah menyelesaikan dengan cara dan hukum agama yang jelas dalam konteks perceraian," kata Arlan saat dihubungi Suara.com.
Namun, jika dilihat keduanya merupakan pejabat publik, dipastikan permasalahan yang mengudara itu akan menjadi konsumsi khalayak.
Hanya saja, diyakini Arlan terkait saling sindir antar kedua belah pihak akan memengaruhi opini publik.
"Kalau keduanya ini saling melempar sindiran akan membuat publik bertanya-tanya, hal tersebut bisa memengaruhi opini publik yang pada akhirnya akan membuat konstituen menjadi kecewa," katanya.
Tapi, dikatakan Arlan, masalah dua pejabat publik tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap elektabilitas Partai Golkar yang notabenenya tempat Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika bernaung.
Begitu pula dengan elektabilitas Dedi Mulyadi, dikatakan Arlan masih memiliki peluang tinggi untuk maju pada Pilgub Jabar 2024 mendatang.
"Walau memang tidak akan berimbas besar, hal tersebut akan mengganggu elektabilitas Kang Dedi. Untuk di Jabar pengamatan saya (Dedi Mulyadi) masih masuk unggulan, hanya saja kejadian kemarin itu akan sedikit mengganggu elektabilitas, namun tidak berefek besar," ucapnya.(*)
Kontributor: Ferrye Bangkit Rizky
Artikel ini sebelumnya telah tayang di laman SuaraJabar.id: Proses Perceraian Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi Berpotensi Berbuntut Panjang