Dia menjadi satu di antara pemain yang masuk gelanggang dengan motivasi ekstra, yakni menyamai rekor gol terbanyak sepanjang masa Brazil yang saat ini dipegang Pele dengan 77 gol.
Sementara Neymar hanya cukup satu gol lagi untuk menyamai tonggak tersebut.
Sebaliknya, setelah mengalahkan Jepang lewat adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 selamat 120 menit, Kroasia menghadapi tugas berat menghadapi Brazil yang posturnya jauh besar dibandingkan Jepang.
Dipimpin empat pemain berpengalaman seperti Luca Modric, Dejan Lovren, Ivan Perisic, dan Marcelo Brozovic, finalis 2018 itu tiba di Qatar sebagai satu di antara tim dengan skuad rata-rata sudah berumur yang bisa kesulitan mengimbangi eksplosivitas Brazil.
"Brazil memang favorit, akui saja," Kkata Dalic, seperti dikutip dari Reuters.
"Brazil adalah tim terkuat dan terbaik dalam Piala Dunia ini. Brazil memang tim mengerikan," tambahnya.
Namun, Dalic menegaskan skuadnya akan menjalani pertandingan ini dengan penuh keyakinan, dan menikmati kesempatan bermain melawan Brazil.
Dalic pun percaya timnya akan berbuat lebih di lapangan sekalipun dalam empat pertemuan sebelumnya melawan Brazil, Kroasia menelan tiga kekalahan termasuk 0-1 di Piala Dunia 2006 dan 1-3 di Piala Dunia 2014.(*)
Baca Juga: Elite Politik Jangan Nekat Realisasikan Presiden Tiga Periode, Analis: Nasib Jokowi Jadi Taruhannya