SuaraSumedang.id – Heboh batal nikah perkara minta mahar sertifikat rumah, tinggalkan history panjang hingga anggota DPR RI Dedi Mulyadi turut buka suara dan berikan wejangan pada sang mempelai wanita bernama Yessy.
Diduga Yessy batal nikah lantaran minta mahar terlalu tinggi pada calon suami bernama Ryan Dono dalam waktu yang sangat dekat (H-3).
Usai mendatangkan Ryan Dono dalam Youtube, kini giliran Kang Dedi Mulyadi berbincang – bincang dengan sang mempelai wanita.
Kang Dedi pun berikan pandangannya soal mahar orang sunda. Menurut suami Anne Ratna Mustika itu, tak ada yang salah jika seorang wanita meminta mahar yang besar.
Akan tetapi dalam tradisi Sunda permintaan besar itu kerap kali disebut matre.
"Biasa juga kalau menentukan mahar mahal bisa disebut matre. Padahal perempuan mah diperbolehkan meminta mahar dengan jumlah besar," jelas Dedi Mulyadi dikutip melalui Youtube Pribadinya, Senin 12 Desember 2022.
Lantas mantan Bupati Purwakarta itu juga menyinggung dengan beberapa tradisi pernikahan di luar negeri, yang mana sanga mempelai wanita meminta mahar yang terlampau tinggi, sehingga banyak lelaki di luar negeri yang kesulitan untuk .
Sedangkan bila dibandingkan dengan pernikahan orang Sunda, harusnya mas kawin 500 ribu saja sudah bisa terlaksana.
"Sehingga tidak mudah dapat perempuan tidak mudah menikah. Kalau sunda mas kawin 500 ribu jadi," lanjutnya.
Tradisi Menikah Adat Suku Bugis yang Identik dengan Mahar Besar
Bila melihat beberapa tradisi pernikahan di Indonesia, memang ada tradisi pernikahan dengan mas kawin yang terlampau besar.
Misalnya saja tradisi adat pernikahan suku Bugis Makassar, yang mana ada tradisi “Uang Panai” sebagai bentuk uang belanja yang diberikan kepada mempelai wanita dari pihak laki – laki untuk mempersiapkan acara pernikahan.
Uang Panai sejak dulu hingga sekarang berlaku sebagai mahar bila ingin melamar wanita yang ingin dijadikan sebagai istri. Uang Panai kerap dianggap menjadi beban bagi mempelai laki – laki, sebab nilainya yang sangat besar hingga mencapai miliaran rupiah.
Uang Panai pun juga disesuaikan dengan strata sang wanita, mulai dari kemolekan wajahnya atau kecantikan, keturunan, pendidikan hingga pekerjaannya.
Semakin terpandang status keluarganya maka Uang Panai yang diberikan juga lebih besar lagi daripada orang biasa.