SuaraSumedang.Id - Instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) berisi larangan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggelar buka puasa bersama mendapat penolakan dari berbagai pihak.
Termasuk yang menolak dan meminta instruksi Presiden soal larangan menggelar buka puasa bersama itu adalah Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis.
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menolak dan meminta instruksinya dicabut disampaikan di akun Twitter resminya @cholilnafis yang dikutip Jumat 24 Maret 2023.
"Baiknya surat arahan Pak Presiden yang melarang buka puasa bersama itu dicabut aja agar tak terus gaduh di bulan Ramadan," cuit Rais Syuriyah PB NU 2022-2027 tesebut.
Menurut dia, budaya buka puasa bersama adalah momentum silturrahim, konsolidasi dan kebersamaan, bahkan yang tak puasa pun ikut berbuka.
Tradisi kumpul-kumpul yang dibalut dengan acara keagamaan yang khas Indonesia selama Ramadhan, sebutnya, terasa lebih menyenangkan.
Ia megatakan, buka puasa bersama itu baik dan tak beda dengan kumpul-kumpul kondangan, pertemuan dengan pendukung dan konsolidasi.
Karena itu. pelarangan acara buka puasa bersama meskipun hanya untuk instansi kurang tepat dan tak sesuai dengan tradisi keagamaan kita.
Ia juga menyebutkan bahwa pelarangan buka bersama tidak menemukan korelasinya.
Baca Juga: Nikahi Cesen Eks JKT48 Sejak Februari 2022, Marshel Widianto: Memang Sudah Disetting dari Awal
Jika alasan covid-19 sepertinya sudah usang karena acara kumpul-kumpul yang lebih besar dan rutin lebih banyak. Kalau karena alasan anggaran tentunya banyak acara konsolidasi dan silaturrahim yg lebih besar biayanya.
"Jadi pelarangan buka bersama krn covid tak ada alasan yg tepat dan tak menemukan monentumnya. Lalu apa sebenarnya motivasi larangan itu? Cabut aja surat arahan tuhhhh," tulisnya.
Rupanya, warganet pun setuju dengan usulan dari KH Cholil Nafis tersebut.
Itu misalnya disampaikan @wartaberita62.
Akun ini malah mengutip sebuah hadits untuk memperkuat pendapatnya bahwa instruksi Presiden Jokowi itu kurang tepat.
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda: “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda: “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” (HR. Abu Daud no. 3764, hasan). Hadits ini menunjukkan bahwa agar makan penuh keberkahan, maka ucapkanlah bismilah serta keberkahan bisa bertambah dengan makan berjama’ah (bersama-sama)," tulisnya.
Selain itu ada juga yang menanyakan soal konser yang besar beberapa waktu lalu di Jakarta.