SuaraSumedang – Sosok Ibu Ida Dayak viral diberbagai media sosial lantaran metode pengobatannya yang bisa sembuhkan segala macam penyakit secara instan.
Kini banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan, berbondong-bondong ingin berobat ke Ibu Ida Dayak.
Ibu Ida Dayak memiliki metode khusus untuk menyembuhkan tulang begnkok, saraf kejepit, stroke dengan ramuan minyak yang dibuatnya.
Mengenai viralnya pengobatan Ibu Ida Dayak, turut memantik perhatian spesialis ortopedi tulang dan traumatology dr. Oryza Satria.
dr. Oryza menuturkan agar tidak mudah untuk mempercayai janji-janji manis dan kesembuhan instan.
"Setiap tindakan yang dilakukan itu harus jelas risiko dan komplikasi yang ditimbulkan apa, baik jangka pendek, menengah, atau panjang, karena semua tindakan pasti ada risiko dan komplikasinya, jangan mudah percaya pada kesembuhan instan atau janji-janji manis," kata Oryza dikutip dari metro.suara.com pada Selasa (4/4/2024).
Lebih lanjut, ia memberikan pesan supaya para pasien agar memperhatikan dan mencari informasi sedetail mungkin dalam menangani penanganan sakit yang diderita.
"Karena variasinya banyak dan keilmuan pengobatan tradisional umumnya secara turun temurun, jadi dokter juga tidak bisa memberikan tanggapan benar atau salah, tetapi misalnya ada pasien pengobatan tradisional, termasuk pasien ibu Ida datang ke ortopedi atau bedah tulang, bisa dinilai lebih jauh apakah terapi sebelumnya sudah tepat atau belum menurut keilmuan medis," kata Oryza.
Kemudian sang ahli spesialis ortopedi tulang dan traumatology menegaskan jika metode pengobatan tradisional maupun medis harus memiliki prinsip agar tidak menyakiti maupun memperparah keadaan pasien.
"Dalam keilmuan medis, khususnya ortopedi, ada satu prinsip yang wajib diterapkan, yakni first, do no harm, artinya apapun tindakan yang dilakukan kepada pasien, sebisa mungkin tidak menimbulkan rasa tidak nyaman, sakit, atau nyeri pada pasien. Intinya jangan membuat pasien merasa kesakitan, baik pengobatan tradisional maupun medis sebaiknya mengikuti kaidah itu," kata dia. (*)