SUARA SUMEDANG - Setiap orang biasanya bekerja selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, juga tidak sedikit yang berlomba untuk memperbanyak harta benda.
Sementara itu, tidak sedikit juga yang kurang memahami apa arti harta itu dalam perspektif Islam, sehingga bisa jadi seseorang kurang memahami bahwa harta itu bukan harta sebenarnya miliknya.
Seperti yang dikatakan oleh Quraish Shihab ketika membahas soal harta yang dimiliki seseorang itu apakah betul harta miliknya atau bukan.
Dikatakan Ayah dari Najwa Shihab itu, harta sebenarnya milik seseorang adalah ketika harta tersebut dapat dimanfaatkan.
Sebaliknya, ketika harta tersebut memiliki jumlah yang banyak sekalipun, ketika tidak bisa dimanfaatkan oleh pemiliknya, maka hal itu akan menjadi sia-sia belaka.
"Harta itu adalah sesuatu yang bermanfaat atau dapat dimanfaatkan," ujar Quraish Shihab seperti dikutip dari YouTube Mata Najwa pada Kamis (13/4/2023).
"Kalau kalian tidak bisa manfaatkan, itu bukan harta. Harta (adalah) yang bisa Anda manfaatkan," jelasnya.
Kemudian, terkait harta ini, dijelaskan juga dalam 3 contoh, yaitu makanan yang dihabiskan, pakaian yang dipakai hingga lapuk, dan segala yang disedekahkan.
Untuk contoh lainnya, ia juga mencontohkan bahwa harta seseorang ketika meninggal tidak akan lagi menjadi miliknya, melainkan berpindah kepada orang lain.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Kemenkes Ingatkan Masyarakat yang Mudik Bisa Lakukan Antigen Mandiri
Karena itu dalam pesannya, Quraish Shihab menegaskan bahwa disebut harta bagi seseorang adalah ketika bermanfaat.
"Kalau tidak bermanfaat walaupun banyak tapi tidak bermanfaat, tidak dinamai harta," ujar Quraish Shihab.(*)