SUARA SUMEDANG - Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono menganggapi soal pemain naturalisasi.
Teddy hadir dalam acara diskusi yang diselenggarakan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), di TVRI Bandung.
Ia mengatakan bahwa program naturalisasi memberikan dampak positif bagi pesepakbolaan nasional, baik di level timnas maupun klub.
Kata Teddy, Persib Bandung pertama kali diperkuat oleh pemain naturalisasi pada tahun 2010 ketika Cristian Gonzales resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Penyerang asal Uruguay itu dinaturalisasi untuk kepentingan Timnas Indonesia.
Gonzales bersama Persib tampil dalam 72 pertandingan dengan sumbangsih 41 gol. Sementara bersama Timnas Indonesia ia tampil dalam 32 pertandingan dengan sumbangan 13 gol.
Selain Gonzales, tim Pangeran Biru juga telah menggunakan jasa delapan pemain naturalisasi, diantaranya Sergio Van Djik, Kim Jeffrey Kurniawan, Ezra Walian, Raphael Maitimo, Victor Igbonefo, Esteban Vizcarra, Marc Klok, dan Fabiano Da Rosa Beltrame.
Delapan pemain tersebut sudah menjadi WNI sebelum bergabung dengan Persib Bandung.
“Sejak 2010, kecuali Gonzales, semua pemain naturalisasi yang kami rekrut sudah menjadi WNI sebelum bergabung. Dalam perekrutannya, kami mempertimbangkan kebutuhan tim, kemampuan pemain dibandingkan pemain lokal sehingga sehingga menghadirkan manfaat, terutama tranfer ilmu dan pengalaman,” ucap Teddy, dikutip Suara Sumedang dari laman PERSIB (31/5/2023).
Teddy juga menuturkan jika dirinya mendukung program naturalisasi tanpa mengesampingkan proses pembinaan. Sebab, Persib dengan kerja keras telah melahirkan banyak pemain muda binaan melalui Akademi dan Diklat Persib.
Menurut Teddy, pemain muda bisa mendapatkan manfaat dengan belajar kepada pemain naturalisasi, baik dari sisi pengalaman maupun kemampuan teknis. (*)