SUARA SUMEDANG - Pertandingan pekan kelima Liga 1, yang mempertemukan Persija vs Persebaya usai digelar.
Persebaya harus menelan pil pahit, karena kalah dengan skor akhir 1-0.
Kekalahan yang didapat oleh tim Bajul Ijo, kala melakoni laga tandang di markas Persija diterima dengan lapang dada oleh pelatih Persebaya.
Pelatih Persebaya, Aji Santoso mengungkapkan jika dirinya menerima dengan lapang dada kekalahan yang harus diterima oleh anak asuhnya.
“Saya ucapkan selamat kepada Persija menang. Saya juga tetap mengapresiasi kepada seluruh pemain saya dimana pada menit ke-29 sudah bermain dengan 10 pemain. Tetapi perjuangan pemain-pemain saya sangat gigih,” kata Aji Santoso saat konferensi pers.
“Meskipun kalah, saya tetap mengapresiasi pemain-pemain saya,” sambungnya.
Aji juga mengutarakan kekecewaannya pada keputusan wasit dalam pertandingan.
“Keputusan wasit saya bisa terima, tetapi sebelum terjadi pelanggaran terjadi handsball terhadap Witan,” kata Aji.
Aji menekankan jika, terjadinya handsball itu 100 persen dan menjadi masalah pada pertandingan.
“Itu masalah saya jelas, bener saya lihat. Tetapi, saya tetap respek sama keputusan wasit, tapi kan jelas itu handsball 100 persen,” ungkapnya.
Aji menjelaskan terkait aksi protesnya pada saat di lapangan kepada hakim garis.
“Saya melakukan protes terhadap hakim garis terutama, selama 90 menit hanya melakukan satu kali protes, yang mana protes itu karena bola di heading pemain pakai kaos merah, bisa tendangan kiper. Itu yang saya enggak tahu, salah penglihatan atau gimana yang jelas itu sudah di heading sama pemain Persija,” kata Aji.
Pelatih asal Malang itu pun mengutarakan jika dirinya respek dengan keputusan wasit, dan akan mengevaluasi tim secepat mungkin agar bisa meraih kemenangan.
"No excuse buat saya, saya tetap respek dengan keputusan wasit, biar orang yang nonton aja yang lihat. Saya menerima kekalahan ini dengan lapang dada, tentunya kami akan evaluasi secepat mungkin karena dalam empat pertandingan kami belum menang," tutupnya. (*)