SUARA SUMEDANG - Target Bali United mendulang poin penuh pada laga pekan ketujuh Liga 1 di laga kandangnya gagal total. Dalam pertandingan tersebut, Serdadu Tridatu hanya mampu bermain imbang.
Duel antara Bali United vs Persik Kediri itu berakhir dengan skor 1-1, yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar (7/8/2023) kemarin.
Hasil imbang yang didapat itu, membuat kudeta untuk puncak klasemen Liga 1 dari Madura United gagal total. Madura yang kokoh di puncak dengan raihan 13 poin dalam enam pertandingan, sementara Bali United dari hasil imbangnya harus tertahan di posisi kedua dengan 11 poin.
Perolehan poin dari Serdadu Tridatu, sama dengan Dewa United serta Persija Jakarta yang belum memainkan laga ketujuhnya.
Target menjadi pemuncak klasemen yang digagalkan oleh Persik Kediri itu, membuat pelatih Bali United Stefano Cugurra merasa tak puas dengan hasil yang didapat.
Ia mengatakan seharusnya, anak asuhnya bisa memenangkan pertandingan tersebut dengan paling minimal bisa menceploskan dua gol.
“Di babak pertama kita sudah berhasil menang 1-0. Di babak kedua kita punya beberapa peluang untuk menggandakan keunggulan,” kata Cugurra.
Rasa tak puas itu ia gambarkan dengan mengatakan, pemain banyak membuat peluang namun tak ada yang menjadi tambahan gol.
“Saya pikir kalau kita bisa lebih konsentrasi cetak gol kedua tentu kita bisa menang,” ucapnya.
Baca Juga: Viral, Heboh Dugaan Skandal Miss Universe 2023, Finalis Dilecehkan Saat Body Checking
Di babak kedua, permainan Persik membuat Bali United tak bisa mengembangkan permainan. Renan da Silva dkk, membuat lini belakang tuan rumah kocar-kacir.
Aldison Maringa menjadi pemain paling sibuk dalam laga tersebut, ia harus terus-menerus melakukan penyelamatan. Tercatat kiper Bali United itu, melakukan enam penyelamatan penting.
Pelatih asal Brasil itu memuji ketangguhan dan semangat dari pemain-pemain Persik.
“Fighting spirit Persik Kediri sangat bagus, mereka bisa mencetak gol pada menit-menit akhir,” tutur Stefano Cugurra.
Ia mengungkapkan jika dirinya mendapat sebuah gambaran dalam laga yang telah dilakoninya itu, tentang performa dari tim yang diasuhnya, khususnya soal organisasi pemain dalam pertandingan.
“Tentu kita harus lihat lagi untuk evaluasi pertandingan, untuk bisa membuat tim ini lebih bagus,” ujarnya. (*)