Sentra Digital Kuliner (SDK) Telkom Ketintang, Kampus Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) baru saja diterbitkan beberapa waktu lalu. Eri Cahyadi, wali kota Surabaya menginginkan supaya wilayah Ketintang bisa terbebas dari Pedagang Kaki Lima (PKL).
Apalagi area atas saluran depan Sentra Digital Kuliner (SDK) Telkom Ketintang yang saat ini sudah tertata rapi dan menarik perhatian banyak orang. wali kota Surabaya tersebut menginstruksikan kepada seluruh lurah dan camat setempat agar melakukan patroli berkala.
Menurutnya, apabila tidak ada patroli secara rutin di area Ketintang, maka akan banyak PKL yang tetap memaksakan diri untuk berjualan di atas air. Hal tersebut bisa menyebabkan perputaran ekonomi pedagang di SDK tidak bisa optimal.
Tak hanya itu, Eri Cahyadi juga meminta petugas Satpol PP untuk berkeliling serta berjaga di titik yang biasanya dijadikan sebagai tempat mangkal PKL. Cara ini diharapkan agar pedagang PKL tidak nekat berjualan.
Oleh sebab itu, petugas Trantib yang berpatroli harus bertindak tegas apabila ada PKL nekat. Eri Cahyadi berharap agar ada piket rutin yang berjaga pagi dan malam untuk memastikan area Ketintang tetap tertib serta terbebas dari Pedagang Kaki Lima.
“Yang piket malam nanti memastikan jangan sampai ada PKL baru, di atas saluran. Nanti diatur jadwalnya siapa saja yang bertugas pagi dan malam,” ujar Eri Cahyadi.
Sebagai informasi warung dan pedagang kaki lima yang semula ada di area saluran air depan kampus ITTS telah dibongkar. Para pedagang tersebut ditertibkan dan sebagian besar berpindah menempati Sentra Digital Kuliner (SDK) Telkom Ketintang. SDK tersebut saat ini selalu ramai hingga malam karena areanya yang nyaman dan dekat dengan kampus.