Harus Ksatria! Lukas Enembe Jangan Bawa-bawa Adat di Kasus Korupsi!

Surabaya | Suara.com

Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:35 WIB
Harus Ksatria! Lukas Enembe Jangan Bawa-bawa Adat di Kasus Korupsi!
Gubernur Papua Lukas Enembe (suara.com)

Sayangnya, Lukas tidak bisa kooperatif dengan KPK karena terus mangkir setiap dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak tanggung-tanggung, pihak keluarga dan Kuasa Hukum Lukas Enembe justru meminta KPK untuk memeriksanya di Lapangan Terbuka. Hal ini agar pemeriksaan kasus korupsinya bisa disaksikan masyarakat.

Permintaan tersebut menuai banyak tanggapan, salah satunya dari tokoh pemuda Kabupaten Jayapura, Robert Entong. “Pakai hukum apa? Hukum pemerintah atau hukum adat?”, tanya pemuda kelahiran Kampung Sosiri ini. 

Lebih lanjut, Robert menjelaskan bahwa Lukas Enembe dituduh telah menyalahi aturan Pemerintah karena menerima gratifikasi sebesar Rp. 1 miliar. 

Maka dari itu, hukum yang tepat untuk memeriksa Lukas adalah hukum Pemerintah. 

Mengenai permintaan keluarga dan kuasa hukum Lukas Enembe untuk mengadilinya di Lapangan Terbuka, Robert mengaku kebingungan. 

Pasalnya masyarakat adat Papua terutama di wilayah adat Jayapura tidak ada proses mengadili di Lapangan Terbuka seperti itu. 

Tokoh Pemuda tersebut mengingatkan bahwa Lukas menjadi Gubernur Papua itu atasa pilihan rakyat yang menggunakan hukum pemerintah. Lukas tidak pernah dipilih oleh masyarakat adat untuk menjadi kepala suku. 

“Rakyat yang menggunakan hukum Pemerintah kan sudah memilihnya jadi Gubernur Papua, sedangkan Kami tidak pernah pilih Lukas untuk menjadi kepala suku”, ucap Robert.

Bersikap ksatria saja, mau bertanggung jawab atas perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. 

“ada media massa dan televisi, jadi permintaan untuk disaksikan langsung bisa terlaksana”, tambah Robert. 

Sikap berbelit-belit dari Gubernur Papua dan keluarganya itu dianggap sebagai upaya agar terlepas dari jeratan hukum. Bila tidak memiliki kesalahan, buktikan saja ke KPK, pasti dibebaskan. 

Robert pun menegaskan “jangan bawa-bawa adat dan menjadikan masyarakat sebagai tempat berlindung dari kesalahan”. 

Terakhir, Robert menghimbau kepada masyarakat yang masih melindungi Lukas di kediaman pribadinya di Koya Tengah untuk mengakhiri aksi mereka. 

Para pembela Lukas Enembe berkumpul di kediamannya sambil bawa panah dan kampak sehingga meresahkan masyarakat Jayapura. Di sisi lain warga selalu khawatir untuk beraktivitas dan tidak bisa kerja dengan tenang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Massa Minta KPK Segera Tangkap Gubernur Papua Lukas Enembe

Massa Minta KPK Segera Tangkap Gubernur Papua Lukas Enembe

Foto | Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:01 WIB

Keluarkan Aturan Penggunaan Pakaian Adat ke Sekolah,  Kemendikbudristek Diserang Warganet: Idenya Nyusahin Aja!

Keluarkan Aturan Penggunaan Pakaian Adat ke Sekolah, Kemendikbudristek Diserang Warganet: Idenya Nyusahin Aja!

| Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:40 WIB

Batal diperiksa Kasus Lukas Enembe, KPK Akan Panggil Ulang Asisten Direktur MBS Casino Singapura Defry Stalin

Batal diperiksa Kasus Lukas Enembe, KPK Akan Panggil Ulang Asisten Direktur MBS Casino Singapura Defry Stalin

News | Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:34 WIB

Terkini

Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games

Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games

Sport | Rabu, 18 Maret 2026 | 23:55 WIB

Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya

Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 23:51 WIB

Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu

Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 23:19 WIB

Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret

Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:44 WIB

RAM 16GB di Harga 4 Jutaan? Intip 5 Laptop Kejutan untuk Lebaran 2026 Ini!

RAM 16GB di Harga 4 Jutaan? Intip 5 Laptop Kejutan untuk Lebaran 2026 Ini!

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:44 WIB

Pelabuhan Merak Padat, 75 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera

Pelabuhan Merak Padat, 75 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera

Foto | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:44 WIB

Mudik Lebaran 2026, Skema One Way Nasional Diberlakukan di Tol Trans Jawa

Mudik Lebaran 2026, Skema One Way Nasional Diberlakukan di Tol Trans Jawa

Foto | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:36 WIB

Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer

Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:36 WIB

Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban

Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:30 WIB

FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:30 WIB