Enea Bastianini, menurut laman MotoGP, disebabkan memulai balapan pada Sabtu (15/10/2022) dari posisi 15, sedangkan Fabio Di Giannantonio dari posisi 20 memimpin tim Jorge Martin Pramac Ducati.
Untuk Enea Bastiani, yang memiliki empat kemenangan di MotoGP 2022, posisi ke-15 jelas kurang ideal. Pembalap itu mengaku tak bisa berbuat banyak dalam kualifikasi di negeri kanguru itu.
"Kita bisa saja lebih baik posisinya, mungkin tembus Q2 atau bila skenario terburuk di posisi 13. Nyatanya kita berada di garis akhir row lima akibat ada pebalap melakukan gerakan yang kurang rasional," kata Enea dalam keterangan resminya.
"Mereka menghalangi jalan kami, tapi kita tak perlu menyikapinya sebagai alasan. Tentu saja saya kesal, tapi lebih baik pikirkan balapan besok - meskipun masih ada yang perlu disempurnakan memanfaatkan sesi warm up, dan tentunya kami percaya rekomendasi ahli dari tim mekanik," kata pebalap bernomor 23 itu menambahkan.
Hal sama dikatakan Fabio Di Giannantonio. Menurut dia, kendaraan sebenarnya cukup kencang. Hanya saja saat kualifikasi ada beberapa kendala yang dihadapi termasuk dalam pemilihan kompon ban. Meski demikian, secara umum ia mengaku puas dengan persiapan balapan.
"Seharusnya bisa tampil bagus pada kualifikasi, meskipun sayangnya ada kendala waktu untuk mendapat setelan sehingga tidak benar-benar siap di Q1. Kami bertekad tampil lebih baik pada balapan nanti, meskipun kita mengawali jauh dari garis paling belakang," kata pebalap yang akrab dipanggil Diggia itu.
Enea Bastianini saat ini berada di posisi 4 klasemen MotoGP 2022 dengan perolehan 180 poin, hanya terpaut 39 poin dari pemegang puncak klasemen Fabio Quartararo. Sedangkan Diggia masih tetap di posisi 20 mengantongi 23 poin.
Sirkuit Philip Island memiliki lintasan sepanjang 4.448 meter dengan kombinasi tujuh tikungan ke kiri dan lima tikungan ke kanan. Pada MotoGP 2019 Marc Marquez menjadi yang terbaik sedangkan pada MotoGP 2020 dan 2021 tidak digelar karena pandemi COVID-19.