Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
Ilustrasi investasi. Foto ist.
  • RI siapkan Indonesia Center New York untuk promosi investasi dan bisnis global.
  • KJRI, GEKRAFS, dan vOffice berkolaborasi perkuat diplomasi ekonomi RI.
  • Platform baru bidik ekspansi UMKM, ekonomi kreatif, dan investor internasional.

Suara.com - Upaya memperkuat jejak Indonesia di pasar global terus dilakukan. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York bersama vOffice InvestinAsia Group dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk mendukung pengembangan Indonesia Center New York, sebuah platform yang disiapkan sebagai etalase bisnis, investasi, ekonomi kreatif, dan budaya Indonesia di Amerika Serikat.

Penandatanganan yang berlangsung di vOffice Centennial Tower, Jakarta Selatan, Kamis (12/6), menjadi langkah awal membangun wadah yang menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan investor global, komunitas kreatif, hingga berbagai pemangku kepentingan internasional dalam satu ekosistem terintegrasi.

Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya minat perusahaan Indonesia untuk menembus pasar internasional dan besarnya perhatian investor global terhadap kawasan Asia Tenggara. Keberadaan Indonesia Center New York diharapkan mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat.

Konsul Jenderal RI di New York, Winanto Adi, mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi, budaya, dan kreativitas yang sangat besar yang perlu ditampilkan secara lebih terpadu di tingkat global.

"Kolaborasi ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kehadiran Indonesia di Amerika Serikat melalui berbagai program yang menghubungkan pelaku usaha, investor, komunitas kreatif, dan masyarakat internasional," ujar Winanto dalam keterangannya.

Ia berharap sinergi tersebut dapat mendukung terwujudnya Indonesia Center New York sebagai platform yang mampu memperkenalkan Indonesia secara lebih komprehensif sekaligus membuka peluang baru di bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi.

Dalam kolaborasi tersebut, KJRI New York akan berperan memperkuat diplomasi ekonomi dan menjembatani hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan di Amerika Serikat. Sementara GEKRAFS akan mendorong promosi ekonomi kreatif Indonesia di pasar global.

Di sisi lain, vOffice InvestinAsia Group akan memberikan dukungan melalui layanan bisnis, investasi, legalitas, hingga pengembangan usaha yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade.

Direktur vOffice InvestinAsia Group, Erwin Arivianto Soerjadi, menilai kebutuhan pelaku usaha Indonesia untuk mengakses jaringan global semakin besar. Menurutnya, New York merupakan salah satu pusat bisnis dan investasi paling strategis di dunia.

"Indonesia memiliki banyak perusahaan yang siap berkembang ke tingkat internasional, namun masih membutuhkan akses yang lebih luas terhadap jaringan bisnis, investor, dan peluang kolaborasi global," kata Erwin.

Ia berharap Indonesia Center New York dapat menjadi titik temu berbagai peluang bisnis dan investasi dalam satu platform yang lebih efektif dan terintegrasi.

Saat ini, vOffice InvestinAsia Group telah melayani lebih dari 50.000 klien dari berbagai negara dan memiliki jaringan lebih dari 40 lokasi di sejumlah kota besar di Indonesia. Melalui InvestinAsia, perusahaan juga aktif membantu investor asing masuk ke Indonesia sekaligus mendukung perusahaan nasional berekspansi ke pasar internasional.

Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk meningkatkan eksposur Indonesia di panggung global.

"Indonesia memiliki kekayaan kreativitas, budaya, dan talenta yang luar biasa. Kami berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang memperoleh akses pasar internasional dan memperluas jejaring global," ujarnya.

Sementara itu, Sandiaga Uno yang merupakan Advisory Committee vOffice InvestinAsia Group sekaligus Ketua Dewan Pembina DPP GEKRAFS menegaskan pentingnya memperkuat kehadiran Indonesia di pusat-pusat ekonomi dunia.

Menurutnya, Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20 memiliki potensi besar yang perlu didukung dengan platform promosi yang kuat dan berkelanjutan.

"Indonesia Center New York diharapkan menjadi platform strategis yang memperkenalkan budaya, produk, talenta, dan peluang investasi Indonesia kepada dunia sekaligus memperkuat nation branding Indonesia," kata Sandiaga.

Ke depan, para pihak akan menjajaki berbagai program kolaboratif mulai dari promosi investasi, business matching, forum bisnis internasional, kegiatan networking, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:33 WIB

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:27 WIB

Terkini

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:33 WIB

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:27 WIB

BAT Indonesia Kembali Raih Penghargaan HR Asia Awards, 10 Tahun Berturut-turut

BAT Indonesia Kembali Raih Penghargaan HR Asia Awards, 10 Tahun Berturut-turut

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:20 WIB

KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon

KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:17 WIB

Jika Produksi Masih Kurang, ESDM Beri Kesempatan Perusahaan Tambang Revisi RKAB

Jika Produksi Masih Kurang, ESDM Beri Kesempatan Perusahaan Tambang Revisi RKAB

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:09 WIB

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:48 WIB