Atasi Banjir di Surabaya, DSDABM: Menelusuri gorong-gorong peninggalan Belanda

Surabaya

Sabtu, 19 November 2022 | 13:13 WIB
Atasi Banjir di Surabaya, DSDABM: Menelusuri gorong-gorong peninggalan Belanda
Atasi Banjir di Surabaya, DSDABM: Menelusuri gorong-gorong peninggalan Belanda ((jatim.antaranews.com))

Memasuki musim hujan seperti saat ini, bencana banjir tidak jarang selalu mengintai pemukiman warga, baik di daerah pelosok maupun  kota-kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya

Jumlah penduduk yang padat,  sementara infrastruktur dan sarana prasarana pendukung yang terbatas, bisa menimbulkan kondisi rawan banjir.  

Banjir tidak hanya berdampak terhadap kerusakan  infrastruktur, tapi  sering kali juga mengganggu aktivitas ekonomi , dan mobilitas masyarakat.

Penduduk harus mengungsi  karena tempat tinggal tergenang banjir, aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah berhenti karena genangan banjir masuk ke ruang kelas, dan lainnya.

Upaya antisipasi dan penanggulangan banjir pun terus dilakukan oleh pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun di daerah. Berbagai cara dan strategi dilakukan untuk meminimalisasi banjir agar tidak meluas dan berdampak besar.

Pemkot Surabaya, Jawa Timur, misalnya yang kini memetakan daerah rawan banjir berikut upaya antisipasi dan penanggulangannya.

Ada sekitar 117 titik genangan dan banjir yang ada di Surabaya yang perlu ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat.

Upaya penanggulangan banjir yang telah dilakukan Pemkot Surabaya mulai dari pemetaan luasan wilayah terdampak,  hingga elevasi genangan.

Salah satunya, banjir yang kerap menerjang di kawasan pusat kota. Kawasan itu pun telah dipetakan dan mulai digarap penyelesaiannya meliputi pengerukan sedimen saluran air, pelebaran dan pendalaman drainase, hingga mengkoneksikan saluran. Selain itu, penambahan crossing (sudetan) saluran.

baca juga

Bahkan, Pemkot Surabaya mencari alternatif lain dengan melakukan pencarian gorong-gorong peninggalan Belanda di Jalan Embong Malang, Bubutan, Jalan Pahlawan yang bermuara menuju Sungai Kalimas. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengatasi banjir saat hujan deras di kawasan pusat kota.

Gorong-gorong tersebut merupakan peninggalan bersejarah saat penjajahan Belanda saat itu. Surabaya sendiri merupakan kota infrastruktur sejak awal abad ke-19. Sehingga bangunan yang dibangun Pemerintah Belanda saat itu kebanyakan bergaya Eropa, salah satu gorong-gorong.

Pegiat sejarah Surabaya, Nur Setiawan, menduga gorong-gorong tersebut dibangun pada tahun 1910 setelah Surabaya mulai mengalami pengaspalan. Karena saat itu di Surabaya jalanan masih berupa tanah sehingga jika musim kemarau banyak debu dan saat musim hujan jalan becek.

Kondisi geografis Surabaya yang hampir memiliki ketinggian sama dengan air laut,  menjadikan Belanda berinisiatif membuat gorong-gorong yang tingginya mencapai 3-4 meter dengan diameter cukup lebar. Jika digambarkan, mobil bisa melintasi jalur tersebut. Dahulu, saat musim hujan dan banjir rob, Surabaya bisanya tenggelam oleh luapan air lautan.

Adapun letak gorong-gorong juga berada dari tengah kota hingga utara. Bahkan, rata-rata bangunan saluran air ini berada di tengah jalan kota.

Gorong-gorong Jalan Bubutan memiliki alur menuju Jalan Praban, Tembok, dan Tugu Pahlawan. Total panjang simulasi empat ruas sekitar satu kilometer lebih. Bentuknya mengikuti jalan. Salah satunya Rumah Pompa Kenari yang terhubung dengan gorong-gorong Embong Malang hingga BG Junction dan bermuara di Kali Mas belakang Gedung Negara Grahadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Persis Solo, Persebaya Surabaya dan Bali United Tak Bisa Main di Kandang Saat Liga 1 Jalan Lagi

Persis Solo, Persebaya Surabaya dan Bali United Tak Bisa Main di Kandang Saat Liga 1 Jalan Lagi

Bola | Sabtu, 19 November 2022 | 12:51 WIB

2 Hari Hilang, Yanto Petugas Kebersihan yang Tercebur ke Kali Banjir Kanal Barat Ditemukan Meninggal

2 Hari Hilang, Yanto Petugas Kebersihan yang Tercebur ke Kali Banjir Kanal Barat Ditemukan Meninggal

Jakarta | Sabtu, 19 November 2022 | 12:47 WIB

1.699 Rumah Warga Medan Direndam Banjir, 238 Orang Dievakuasi Pakai Perahu Karet

1.699 Rumah Warga Medan Direndam Banjir, 238 Orang Dievakuasi Pakai Perahu Karet

Sumut | Sabtu, 19 November 2022 | 11:49 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×