Surabaya berhasil turunkan 11 ribu kasus stunting selama dua tahun

Surabaya | Suara.com

Senin, 28 November 2022 | 13:43 WIB
Surabaya berhasil turunkan 11 ribu kasus stunting selama dua tahun
Surabaya berhasil turunkan 11 ribu kasus stunting selama dua tahun (kempalan.com)

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, berhasil menurunkan sekitar 11 ribu kasus stunting melalui pelaksanaan berbagai program selama dua tahun terakhir.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya Tomi Ardiyanto di Surabaya, Minggu, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berjuang mengentaskan stunting.

"Penanganan stunting dilakukan dengan berbagai cara mulai dari sosialisasi hingga menyediakan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di puskesmas," katanya.

Pada awal masa kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Februari 2021, tercatat 12.788 balita stunting di tahun 2020.

Ia menyebut angka tersebut bukan jumlah yang sedikit sehingga Wali Kota Eri melakukan percepatan penanganan stunting.

Ada berbagai cara yang dilakukan Wali Kota Eri bersama jajarannya di Pemkot Surabaya, salah satunya membagikan sekaligus sosialisasi manfaat tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri.

Tomi mengatakan pemberian TTD secara rutin setiap seminggu sekali kepada remaja putri di sekolah atau merka bisa mengambil di puskesmas di seluruh wilayah "Kota Pahlawan" --sebutan Kota Surabaya.

"Sosialisasi TTD itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui puskesmas di masing-masing wilayah, kepada remaja putri. Selain itu ada juga giat Krida Gizi yang dilakukan oleh Saka Bakti Husada. Ada pula pemeriksaan kesehatan pada anak usia sekolah," katanya.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Surabaya ini juga menerangkan bahwa pemkot melakukan sosialisasi kepada calon pengantin tentang pencegahan stunting melalui program Pendampingan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) (Penari Tampat).

Ada pula pemberian Taburan Ceria (Taburia) multivitamin dan mineral untuk balita, memberikan menu sehat pada ibu balita serta mempraktikkan demo memasak makanan sehat, pemberian bantuan makanan stunting, Kampung ASI, Jago Ceting yang digerakkan bersama PKK dan lintas sektor, imunisasi, aksi konvergensi penanganan stunting.

Dengan berbagai program itu, pemkot berhasil mengurangi stunting dari 12.788 anak pada tahun 2020 menjadi  6.722 balita pada 2021. Seiring berjalan waktu, per Oktober 2022 jumlah balita stunting berangsur turun drastis menjadi 1.055 balita.

Tomi menerangkan penurunan jumlah balita stunting itu tak lepas dari delapan aksi konvergensi dilakukan pemkot.

Secara rutin, kata dia, pemkot melakukan kegiatan Rembuk Stunting di tingkat kota, mulai dari kecamatan, kelurahan, puskesmas, PKK, tiga pilar, dan peran serta tokoh masyarakat.

"Dengan konvergensi tersebut, sehingga tersusun pemecahan masalah yang ditemukan dengan intervensi sensitif mencapai 70 persen dan spesifik 30 persen, sesuai masing-masing wilayah di kelurahan dan kecamatan," ujar dia.

Dalam menangani stunting oleh pemkot, katanya, tidak lepas dari peran Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani dengan kontribusi beragam, di antaranya memberikan edukasi dan motivasi berupa pengembangan kapasitas 6.642 TPK se-Surabaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini 41 Titik Lokasi dan Jadwal Vaksin Booster Warga Surabaya 28 November

Ini 41 Titik Lokasi dan Jadwal Vaksin Booster Warga Surabaya 28 November

| Senin, 28 November 2022 | 13:37 WIB

ITS Surabaya luncurkan mobil listrik serbaguna "MEvITS" di Kampus

ITS Surabaya luncurkan mobil listrik serbaguna "MEvITS" di Kampus

| Senin, 28 November 2022 | 13:33 WIB

Kerja Bakti "Surabaya Bergerak" mampu tingkatkan gotong-royong dan kepedulian lingkungan

Kerja Bakti "Surabaya Bergerak" mampu tingkatkan gotong-royong dan kepedulian lingkungan

| Senin, 28 November 2022 | 09:50 WIB

Terkini

Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang

Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:54 WIB

Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan

Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:35 WIB

Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat

Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:27 WIB

7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik

7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik

Jakarta | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:17 WIB

Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?

Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?

Jakarta | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:03 WIB

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:58 WIB

DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi

DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:48 WIB

SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini

SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini

Kalbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:27 WIB

Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam

Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam

Kalbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:16 WIB

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:00 WIB