Jalan Mulus Dosen Muda
Yang menarik, di tengah kesibukannya melakukan banyak penelitian, Tria tidak abai akan tanggung jawabnya sebagai ibu. Justru ia berhasil menyelesaikan studi magisternya dalam kurun waktu hanya 1,5 tahun, lebih cepat dari mahasiswa lainnya.
Tak puas sampai disitu, ibu dua anak ini melanjutkan studi doktoralnya (S3) di Universitas Indonesia.
“Banyak suara-suara dari luar yang meremehkan, bertanya-tanya dan menghakimi. Ada yang bilang kok masih muda sudah jadi lektor kepala lah, kok fokus ke Pendidikan lah ninggalin anak lah, kasian dan lain-lain. Saya sih fokus aja dan buktikan ke mereka” ungkap Tria.
Saat ini, selain dikenal sebagai seorang guru besar, Tria juga aktif sebagai anggota Majelis Kesehatan PP Aisyiyah.
Bersama dengan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) yang menjadi mitra kerja Aisyiyah sejak 2019, Tria dikenal sebagai ahli gizi yang vokal menyuarakan isu kental manis bukan susu.
Menurutnya, permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele karena dapat mengancam kesehatan generasi anak Indonesia.
“Masalah kental manis ini kompleks, karena produknya sudah ada dari ratusan tahun lalu dan masyarakat sudah menganggap ini sebagai susu padahal bukan. Oleh karena itu perlu dukungan semua pihak untuk menuntaskan ini dengan terus mengedukasi masyarakat. Dan ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi semua pihak, khususnya," pesan Prof. Dr Tria Astika.
Baca Juga: Subhanallah Cantiknya Huzwaney Momin, Pebulu Tangkis Berhijab Thailand di BAJC 2023