Resesi Ekonomi itu apa? Ini Pengertian, Penyebab, dan Contoh Dari Resesi

Suara Tangsel

Jum'at, 16 September 2022 | 10:58 WIB
Resesi Ekonomi itu apa? Ini Pengertian, Penyebab, dan Contoh Dari Resesi
Resesi Ekonomi menurun (Instagram)

Apa itu Resesi Ekonomi? Ini Pengertian, Penyebab, dan Contohnya

Resesi ekonomi menjadi hal yang ditakuti banyak negara di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Ada beberapa negara yang terancam masuk resesi ekonomi yakni China, Jepang, Mongolia, Korea Selatan, Indonesia, dan negara-negara di Eropa. Terbaru, disebutkan jika Amerika Serikat dilanda resesi.

Pengertian Resesi Ekonomi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian resesi adalah kelesuan dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya (seolah-olah terhenti) atau menurunnya (mundurnya, berkurangnya) kegiatan dagang (industri).

Sedangkan mengutip dari CNBC Indonesia, resesi ekonomi adalah penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam waktu stagnan dan lama, mulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Resesi ekonomi bisa memicu penurunan keuntungan perusahaan, meningkatnya pengangguran, hingga kebangkrutan ekonomi.

Penyebab Resesi Ekonomi

Melansir laman Business Insider dan CNBC Indonesia, terdapat lima penyebab resesi, yakni:

baca juga

1. Guncangan Ekonomi

Disebabkan oleh peristiwa tak terduga yang mengganggu ekonomi secara luas, seperti bencana alam atau serangan teroris. Misal kondisi pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

2. Inflasi

Inflasi adalah kondisi naiknya harga barang dan jasa selama periode tertentu. Inflasi yang berlebihan akan menimbulkan daya beli masyarakat melemah dan menurunnya produksi barang dan jasa.

Inflasi ekonomi sangat berbahaya karena akan memicu pengangguran, kemiskinan, dan berujung pada resesi.

3. Suku Bunga Tinggi

Inflasi yang tinggi juga akan membuat bank sentral menaikkan suku bunganya. Suku bunga yang tinggi ini berfungsi untuk melindungi nilai mata uang. Jika terjadi secara besar-besaran, perbankan bisa kolaps.

4. Deflasi

Selain inflasi, deflasi juga bisa menyebabkan resesi ekonomi. Deflasi ditandai dengan turunnya harga barang atau jasa.

Sekilas deflasi bisa meningkatkan daya beli masyarakat, namun jika terjadi berlebihan akan merugikan penyedia barang dan jasa.

5. Gelembung aset

Gelembung aset adalah fenomena yang terjadi di pasar saham dan properti. Dalam hal ini, jika ada investor yang mengambil keputusan gegabah, maka bisa merusak pasar.

6. Perkembangan Teknologi

Secara tidak langsung, melesatnya perkembangan teknologi juga bisa menyebabkan resesi. Misal adanya Artificial Intelligence (AI) dan robot akan menggantikan banyak pekerjaan manusia.

Jika ini terjadi secara masal dan tidak terkendali, maka banyak pekerja yang berpotensi menjadi pengangguran.

Contoh Resesi Ekonomi

Contoh resesi ekonomi bisa dilihat dari krisis yang menimpa Indonesia pada tahun 1998. Saat itu, krisis mata uang di beberapa negara Asia menjalar ke Indonesia.

Akibatnya pondasi perekonomian nasional rapuh dan mengalami pertumbuhan yang minus. Inflasi Indonesia melonjak hingga 77% sementara ekonomi terkontraksi 13,7% lebih.

Krisis tersebut kemudian menjadi pemicu runtuhnya kekuasaan Orde Baru yang telah berkuasa selama 32 tahun di Indonesia.

Selain itu, ada juga contoh lain resesi ekonomi pada tahun 2020 di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami minus pada dua kuartal berturut-turut.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32%, kemudian pada kuartal III-2020 pertumbuhan ekonomi juga minus 3,49%. Hal itu membuat Indonesia dinyatakan mengalami resesi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ancaman Resesi Global Kian Nyata, Bank Dunia Peringatkan Risiko Terburuknya

Ancaman Resesi Global Kian Nyata, Bank Dunia Peringatkan Risiko Terburuknya

Surakarta | Jum'at, 16 September 2022 | 08:32 WIB

Kenaikan Suku Bunga Bank-bank Sentral di Berbagai Negara Picu Resesi Semakin Parah

Kenaikan Suku Bunga Bank-bank Sentral di Berbagai Negara Picu Resesi Semakin Parah

Bisnis | Jum'at, 16 September 2022 | 08:19 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani: Amerika dan Eropa Hadapi Ancaman Resesi Besar

Menteri Keuangan Sri Mulyani: Amerika dan Eropa Hadapi Ancaman Resesi Besar

Bisnis | Rabu, 07 September 2022 | 15:16 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×