PDIP Melakukan Serang Balik, SBY Dituding Melakukan Kecurangan Ketika Pemilu 2009

Suara Tangsel

Senin, 19 September 2022 | 19:04 WIB
PDIP Melakukan Serang Balik, SBY Dituding Melakukan Kecurangan Ketika Pemilu 2009
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Suara.com/Bagaskara)

Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya mengatakan bahwa ia melihat ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa dilaksanakan dengan tidak jujur dan tidak adil.

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto berbalik menuding SBY menuduh tanpa didasari fakta. Hasto menganggap SBY menaruh kecurigaan dan kekhawatiran yang berlebihan.

Dalam Rapat Pimpinan Nasional Demokrat yang digelar di Jakarta pada 15 September 2022 lalu, SBY juga menyampaikan dugaan dalam Pilpres 2024 nanti ada pihak yang menginginkan hanya ada dua pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang boleh berlaha.

Menanggapi perkataan SBY tersebut, Hasto mengatakan keberatan atas pernyataan yang dikumandangkan SBY. Menurutnya, seharusnya Rapimnas digunakan untuk menyampaikan politik kebenaran.

"Rapimnas hendaknya dipakai untuk menyampaikan politik kebenaran, bukan politik fitnah. Kami tidak terima karena hal tersebut dituduhkan secara langsung pada pemerintahan Joko Widodo,” kata Hasto dalam Konferensi Pers yang dilakukan secara online pada Minggu, 18 September 2022.

TUDINGAN KECURANGAN DEMOKRAT PADA PEMILU 2009

TUDINGAN ADANYA SISTEM PEMILU YANG DIUBAH

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) [Suara.com/Novian Ardiansyah]
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (sumber: Suara.com/Novian Ardiansyah)

Hasto menyampaikan adanya dugaan SBY mengubah sistem Pemilu dan meniadakan nomor urut pada Pemilu 2009, sehingga membuat semakin kompleks.

"Ini ada dalil dari Afrika, 'semakin kompleks pemilu, semakin mudah dimanipulasi'. Perubahan sistem Pemilu saat itu dilakukan 4 bulan sebelum Pemilu, itu seharusnya tidak boleh,” tegas Hasto.

Hasto pun adanya manipulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilu 2009. Menurutnya, DPT dimanipulasi begitu masif di bawah kepemimpinan SBY. “Zaman Pak Harto saja nggak pernah lakukan manipulasi DPT. Ini dapat dimanipulasi secara masif,” katanya.

Manipulasi DPT merupakan sumbangsih terbesar atas kemenangan SBY pada Pemilu 2009, menurut Hasto. Dan ia pun memastikan, dokumen Pemilu 2009 tersebut, sudah dimusnahkan untuk menutupi jejak.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga King Maker Diduga Menjadi Penentu Duet Maut Anies-AHY di Pilpres 2024

Tiga King Maker Diduga Menjadi Penentu Duet Maut Anies-AHY di Pilpres 2024

Deli | Senin, 19 September 2022 | 18:16 WIB

Bukan AHY, PDIP Duga Heboh SBY Turun Gunung Demi Dukung Ibas

Bukan AHY, PDIP Duga Heboh SBY Turun Gunung Demi Dukung Ibas

News | Senin, 19 September 2022 | 18:00 WIB

SBY Bersiap Turun Gunung, PDIP Akan Naik Gunung

SBY Bersiap Turun Gunung, PDIP Akan Naik Gunung

Tangsel | Minggu, 18 September 2022 | 21:13 WIB

Mantan Ketua MK: Secara Hukum dan Etika, Jokowi Tidak Bisa Lagi Jadi Cawapres

Mantan Ketua MK: Secara Hukum dan Etika, Jokowi Tidak Bisa Lagi Jadi Cawapres

Tangsel | Kamis, 15 September 2022 | 21:08 WIB

Terkini

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Banten | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!

Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK

Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda

Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK

Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Kerja HR Makin Efisien, Cari Kandidat Tepat Tak Lagi Ribet

Kerja HR Makin Efisien, Cari Kandidat Tepat Tak Lagi Ribet

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×