- Morizio Runtuwene dari Goodtalenta menyatakan platform teknologi terintegrasi membantu perusahaan menyederhanakan seluruh tahapan proses rekrutmen kandidat secara efisien.
- Goodtalenta menyediakan berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan dan pengaturan alur kerja untuk mengelola data kandidat tanpa aplikasi terpisah.
- ARTOTEL Group, Marquee Group, dan First HR Indonesia telah menjalin kerja sama untuk menerapkan sistem rekrutmen terintegrasi tersebut.
Suara.com - Mencari kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan bukan pekerjaan sederhana bagi tim Human Resources (HR). Selain harus menemukan pelamar yang memenuhi kualifikasi, HR juga perlu mengelola berbagai tahapan mulai dari menyaring CV, melakukan penilaian, mengatur jadwal wawancara hingga menentukan kandidat yang paling sesuai.
Banyaknya tahapan tersebut dapat menyita waktu, terutama ketika data kandidat dan proses seleksi masih harus dikelola melalui berbagai platform yang berbeda. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara untuk membantu HR membuat proses rekrutmen lebih efisien dan terstruktur.
Dengan sistem yang terintegrasi, berbagai proses yang sebelumnya dilakukan secara terpisah dapat dikelola dalam satu alur. HR pun dapat lebih mudah memantau perkembangan kandidat tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.
CEO & Founder Goodtalenta, Morizio Runtuwene, mengatakan proses rekrutmen yang masih menggunakan banyak sistem dapat membuat data kandidat tersebar sekaligus menambah beban administratif HR.
“Kami percaya proses rekrutmen bisa dilakukan dengan lebih sederhana, terukur dan efisien. Oleh karena itu, Goodtalenta dirancang sebagai platform yang mampu mengintegrasikan seluruh alur rekrutmen dalam satu ekosistem yang terstruktur,” ujar Morizio.

Dalam platform tersebut, perusahaan dapat mengelola proses rekrutmen dari awal hingga akhir, mulai dari pencarian dan pendaftaran kandidat, skrining, penilaian, wawancara, hingga pengambilan keputusan perekrutan.
Sejumlah fitur seperti dasbor rekrutmen, pengelolaan data kandidat, pengaturan jadwal wawancara dan pewawancara, online assessment, recruitment pipeline, serta komunikasi dengan kandidat dapat digunakan dalam satu sistem.
Teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) juga mulai dimanfaatkan untuk membantu beberapa tahapan, seperti candidate registration, candidate screening, dan candidate analysis. Dengan dukungan tersebut, HR dapat mengelola data kandidat secara lebih terstruktur dan memiliki gambaran yang lebih menyeluruh mengenai proses rekrutmen.
“Dengan proses dan data yang terkonsolidasi, kami membantu perusahaan memiliki gambaran yang lebih menyeluruh mengenai recruitment pipeline, sekaligus memanfaatkan data tersebut untuk mengevaluasi proses, mengukur efektivitas rekrutmen, mengoptimalkan biaya, dan mendukung pengambilan keputusan terkait kandidat yang lebih berbasis data,” kata Morizio.
Meski teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan, setiap perusahaan memiliki kebutuhan dan alur seleksi yang berbeda. Karena itu, fleksibilitas dalam mengatur proses rekrutmen juga menjadi hal penting.
Goodtalenta menyediakan fitur recruitment workflow builder yang memungkinkan HR menyesuaikan tahapan seleksi dengan proses yang digunakan perusahaan. Dengan demikian, HR tetap dapat mengatur proses sesuai kebutuhan tanpa harus mengandalkan banyak sistem terpisah.
Penerapan sistem rekrutmen yang lebih terintegrasi juga mulai digunakan sejumlah perusahaan. Goodtalenta telah menjalin kerja sama dengan beberapa mitra, di antaranya ARTOTEL Group, Marquee Group, dan First HR Indonesia.
Corporate HR Director ARTOTEL Group Harry Florentinus mengatakan kebutuhan industri hospitality terhadap talenta berjalan seiring dengan dinamika bisnis yang terus berubah.
“Kebutuhan industri hospitality terhadap talenta yang tepat berjalan seiring dengan dinamika bisnis dan operasional yang terus berubah, sehingga sangat membutuhkan proses rekrutmen yang lebih terintegrasi dan efisien,” ujar Harry.
Pada akhirnya, efisiensi dalam rekrutmen bukan sekadar soal membuat proses menjadi lebih cepat. Bagi HR, sistem yang rapi dan terintegrasi dapat mengurangi pekerjaan administratif sehingga lebih banyak waktu bisa digunakan untuk menilai kandidat dan memastikan orang yang direkrut benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.