Dewi mengaku harus mencari utang untuk menutup biaya merawat anaknya sendiri di rumah.
"Kalau biaya waktu perawatan di rumah sakit gratis. Karena dipulangkan, ya mau nggak mau saya cari utang. Sudah habis Rp 750 ribu hari ini. Ayahnya juga masih mencari utang lagi," paparnya.
Keluarga Nur Saguwanto adalah keluarga pra sejahtera, punya kartu berobat KIS.
Sebagai buruh tani kecil, ayah Nur Saguwanto, Mahfud berharap anaknya bisa kembali sembuh pasca menjadi korban Tragedi Kanjuruhan.
"Kalau bantuan sampai hari ini belum dapat. Kita rawat anak kami semampunya di rumah. Waktu pertama kejadian kondisinya mengenaskan, matanya bengkak merah dan melepuh," ucap Mahfud.
Kini, Nur Saguwanto berharap bisa kembali sehat. Ia mengaku trauma atas kejadian yang menimpanya. Ia tak menyangka di malam pertandingan itu, dirinya turut menjadi korban.
"Suasana malam itu mencekam. Gas air mata membuat saya sulit bernafas dan pingsan," pungkasnya.