Ustadz Yusuf Mansur kembali menjadi sorotan usai potongan video di YouTube terkait pengakuannya pernah menjadi Komisaris Grab viral di media sosial.
Sementara itu, pihak Grab Indonesia membantah jika sang ustad tersebut pernah menjabat sebagai Komisaris Grab.
Dewi Nuraini selaku Head Corporate and Policy Communication Grab Indonesia menegaskan, pernyataan yang diucapkan oleh Yusuf Mansur itu tidak benar bahkan tidak pernah terdaftar dalam Grab.
Dengan viralnya video tersebut, Yusuf Mansur kembali angkat bicara dan membantah. Pasalnya ia sempat menyebut jika dia pernah memegang posisi sebagai komisaris Grab. Namun posisi tersebut hanya dalam kurun waktu tertentu, yaitu saat Grab sedang penjajakan membeli dan berinvestasi di PayTren.
“Pada saat saya bicara tentang komisaris Grab, memang demikian adanya, silakan dikonfirmasi ke Grab. Tapi pada masa itu ya, di mana Grab memang sedang penjajakan dan dalam penjajakan dulu membeli Paytren, berinvestasi di Paytren," Ucapnya.
Yusuf Mansur juga menegaskan hanya menjelaskan kronologisnya dan bukansebagai Komisaris Grab.
"Dulu malah ada kontraknya. Pas jadi kontrak, jadinya Advisor. Dan masa itu, 2018, masa dekat2nya saya dg Grab, yang di bawah kepemimpinan Mr. Jason, Mr. Joel, Pak Ongki dan Pak Rizqi. Bila saya ngaku2, ya masalah lah saya. Dan ini sebenernya akibat "baik" dari mereka2 yang terus menerus membongkar tausiah2 lama, dan motong2. Alhamdulillaah," tulis Yusuf Mansur.
"Akhirnya, jadi advisor. Resmi. Saya inget koq, diacarakan segala. Saya dipakaikan jaket, dan keliling bbrp kota," tambahnya.
Yusuf Mansur dalam unggahannya menjelaskan bahwa berkas kontrak dia menjadi advisor Grab dipegang oleh seseorang bernama Hari yang sudah almarhum.
Baca Juga: Talak Satu Sudah Diberikan Rizky Billar Kepada Lesti Kejora
"Tapi saya teramat yakin, Grab, megang salinannya. Atau malah aslinya. Saya ga minta juga koq. Saya ditawari," pungkasnya.