Anggota Komite Eksekutif PSSI, Ahmad Riyadh, memberikan tanggapan atas bentuk tanggung jawab PSSI soal Tragedi Kanjuruhan tersebut. Ahmad Riyadh menegaskan jika PSSI menurut versinya memiliki cara tanggung jawab sendiri.
Namun, dengan tegas Riyadh menyampaikan jika jajaran PSSI, termasuk Ketua Umum Mochamad Iriawan, tidak akan mundur.
Menurutnya PSSI akan bertanggung jawab dengan cara menjadi federasi yang lebih baik untuk ke depannya.
"Tanggung jawab pasti lewat pemeriksaan hari ini, kegiatan dewan PSSI, task force jalan, keamanan semua. Ada peraturan polisi yang digodok yang seimbang, yang cocok, untuk dilaksanakan di PSSI. Sinkron berlaku di Indonesia," katanya di Mapolda Jatim, pada Kamis (20/10/2022).
"Yang dihadapi masalah hukum. Dipilah siapa yang tanggung jawab. Kalau PSSI, tanggung jawab secara utuh, ya, harus menjadi lebih baik dari kemarin-kemarin," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Arema FC, Abdul Haris dan Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, kini menjadi dua dari enam tersangka Tragedi Kanjuruhan.
"Penunjukan Panpel itu klub, statuta klub. Tanggung jawab PT LIB juga, pelaksana lapangan. Struktur semua tanggung jawab dan kewenangan tiap bagian di PSSI. Kita kalau ngomong PSSI ini semuanya juga PSSI. Ini dari ketum sampai Panpel," tandasnya.