SuaraBandung.id – Imbas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 134 suporter Aremania membuat PSSI berencana untuk menyekolahkan suporter sepak bola Indonesia.
Hal itu dikarenakan mayoritas suporter sepak bola di indonesia masih berasal dari kalangan pelajar yang masih membutuhkan bimbingan untuk bersikap.
Selain itu juga, PSSI akan mengajari bagaimana cara mendukung dan mencitai tim kesayangannya dengan baik dan benar.
Hal ini pula diyakini bisa mengurangi miskomunikasi antar suporter di lapangan.
Sekjen PSSI Yunus Nusi pun menyampaikan bahwa edukasi suporter melalui pendidikan ternyata sangat penting.
“Ternyata, penting bagi kita untuk mengedukasi suporter melalui dunia pendidikan." Ungkap Yunus Nusi, dikutip dari Suara.com, Jumat (21/10/2022).
Yunus juga menyampaikan bahwa sebagaian suporter masih merupakan anak-anak, dan pelajar yang tentunta masih membutuhkan edukasi dan penjelasan mengenai apa yang harus dilakukan saat menonton pertandingan sepak bola.
"Tahun ini, sesegera kami untuk koordinasi, bahwa sebagian besar suporter berasal dari anak-anak siswa, terpelajar, yang tentu membutuhkan edukasi, butuh penyampaian penjelasan tentang apa yang harus dilakukan ketika menonton pertandingan sepak bola,” tambahnya.
Dari berita yang dihimpun, saat ini korban meninggal tragedi Kanjuruhan bertambah menjadi 134 suporter Aremania.
Baca Juga: Fun Football Menuai Pro Kontra, Begini Kata Presiden FIFA
Atas tragedi yang membuat duka mendalam bagi spak bola Indonesia itu, maka semua aspek dibenahi yang bertujuan untuk mencegah hal serupa terulang kembali. (*)
Sumber: Suara.com berjudul PSSI akan ‘Sekolahkan’ Suporter Sepak Bola Indonesia agar Tertib Dukung Tim Kesayangan