FIFA akhirnya memberikan jaminan kepada publik bahwa atribut dan spanduk yang mendukung protes Iran akan diizinkan masuk ke lapangan atau stadion. Sebelumnya, Staf keamanan stadion yang diorganisir oleh otoritas Qatar telah menyita barang-barang dengan warna pelangi dan slogan seperti 'Wanita', 'Hidup', 'Kebebasan' untuk menghentikan mereka masuk ke dalam stadion.
Ada sekitar tujuh negara yang merencakan untuk mengenakan ban kapten dengan lambang one lova selama pertandingan Piala Dunia berlangsung. Namun rencana tersebut gagal karena mereka mendapat ancaman sanksi yang diberikan oleh FIFA.
Beberapa penggemar juga mengeluh bahwa mereka tidak diizinkan membawa barang warna pelangi sebagai simbol dari LGBTQ ke Stadion. "FIFA mengetahui beberapa insiden di mana barang-barang yang diizinkan tidak boleh ditampilkan di stadion," kata badan sepak bola dunia itu dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (30/11/2022), lebih dari seminggu setelah beberapa insiden dilaporkan di stadion Piala Dunia.
FIFA telah menerima jaminan dari pihak berwenang bahwa komandan venue telah dihubungi sehubungan dengan aturan dan regulasi yang disepakati untuk Piala Dunia FIFA Qatar 2022.jaminan FIFA tampaknya dikesampingkan oleh otoritas Qatar.
FIFA berjanji untuk melakukan kerja sama dengan tuan rumah Qatar sebagai penyelenggara terkait dengan peraturan yang telah disepakati berssama. "FIFA terus bekerja sama dengan negara tuan rumah untuk memastikan penerapan penuh peraturan terkait dan protokol yang disepakati," kata FIFA.
![Seorang penonton masuk ke lapangan membawa bendera pelangi LGBT di laga Portugal vs Uruguay di Stadion Lusail, Qatar, Selasa (29/11/2022) dini hari WIB. [TalkSPORT]](https://media.suara.com/suara-partners/tangsel/thumbs/1200x675/2022/12/01/1-seorang-penonton-masuk-ke-lapangan-membawa-bendera-pelangi-lgbt-di-laga-portugal-vs-uruguay-di-stadion-lusail-qatar-selasa-29112022-dini-hari-wib-talksport.jpg)
Ini merupakan kali pertama Piala Dunia digelar di Qatar, Timur Tengah. Piala Dunia kali ini digelar di musim dingin di sana. Ini juga merupakan kali pertama Piala Dunia digelar di musim dingin. Hal itu dipicu karena Qatar sendiri memang terkenal sebagai negara yang didominasi dengan suhu yang panas. Oleh karena itu, FIFA kemudian memutuskan untuk menggelar pertandingan Piala Dunia di saat musim dingin tiba di sana.
Untuk memberikan kenyamanan, panitia penyelenggara bahkan sampai membuat seluruh stadion yang akan dipakai sebagai venue pertandingan dilengkapi dengan AC. Tentu hal ini akan memberi rasa nyaman bagi pada penonton dan pemain di dalam stadion.
Keputusan ini juga dinilai sebagai langkah peceghan suhu tinggi di siang hari. Karena memang tidak menutup kemungkinan jia negara yang berada di Timur Tengah itu akan mengalami kenaikan suhu yang dapat membuat kondisi menjadi sangat panas. Sehingga dengan adanya fasilitas AC di setipa stadion ini sudah dinilai tepat dan sangat baik.
Baca Juga: Luhut Sebut Pemerintah Mau Subsidi Warga Pembeli Motor Listrik, Sri Mulyani: Dibahas Dulu