TANTRUM - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) mencatat, per April 2022, setidaknya telah ada 19 juta UMKM yang masuk ke ekosistem digital.
Pemerintah terus mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan ekosistem digital di tengah pandemi dan disrupsi gelombang digital yang terus-menerus.
Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kemenkop UKM Cristina Agustin menegaskan, pandemi mengakselerasi transformasi digital bagi UMKM di seluruh dunia termasuk Indonesia.
"Seusai pandemi, kebutuhan UMKM untuk mengoptimalkan ekosistem digital semakin tidak terelakkan," katanya di Jakarta, Selasa, 21 Juni 2022.
Ia memaparkan, beberapa riset mengatakan bahwa 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik saat pandemi.
Selain itu, kata ia, pemulihan ekonomi nasional tidak lepas dari kontribusi UMKM mengingat 99 persen pelaku usaha di Indonesia merupakan pelaku UMKM.
"UMKM harus terus berkembang dan mampu menghadapi persaingan di pasar nasional maupun global," ujarnya.
Cristina mengatakan, transformasi digital UMKM merupakan ikhtiar holistik yang tidak hanya dilakukan di aspek pemasaran tapi juga membangun ekosistem yang meliputi proses bisnis dari hulu ke hilir.
Ia menegaskan, Presiden Jokowi telah memberikan arahan dalam upaya percepatan transformasi digital UMKM. Sehingga, koperasi dan UMKM tidak hanya menjadi penonton dalam perdagangan digital, dan produk koperasi dan UMKM dalam negeri harus membanjiri pasar lokal.
Kemudian, tegas ia, peningkatan kualitas SDM dalam upaya pertumbuhan wirausaha muda yang baru yang produktif, kreatif, dan siap bersaing di pasar global.
"Pemerintah telah menargetkan 30 juta UMKM masuk ekosistem digital dan 500 koperasi modern berbasis digital di tahun 2024," ungkapnya.