TANTRUM - Aat Sulamet menjadi peserta kegiatan donor darah yang diselenggarakan Kelurahan Tamansari, Kota Bandung, di Hotel Moxy, Selasa (12/7/2022). Aat termasuk peserta yang istimewa karena usianya yang tidak muda lagi, yakni 73 tahun.
Pria sepuh tersebut berambut putih. Ia telah rutin donor darah sedari usianya muda. Meski sempat beberapa waktu berhenti, ia kembali ikut serta dalam kegiatan sosial ini.
"Biasanya dulu di perusahaan tempat kerja. Tiap donor darah selalu bisa lolos, yang penting jaga kesehatan dan makanannya juga," ucap Aat.
Salah satu cara ia menjaga kesehatan dengan rutin mengikuti gerak jalan bersama rekan-rekannya, bahkan sampai ke Lembang.
Sebanyak 200 orang hadir untuk melakukan donor darah tersebut. Kelurahan Tamansari bekerja sama bukan hanya dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), Karang Taruna, PKK, dan RW. Tetapi, juga dengan pelaku UMKM.
"Acara dilaksanakan sehari ini, 12 Juli 2022 dan tidak menggunakan APBD sama sekali. Ini hasil kolaborasi bersama.
Adanya beberapa donatur juga berasal dari dukungan para pengusaha UMKM yang kita ajak kerja sama," ungkap Kepala Lurah Tamansari, Dadang Sobandi.
Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu solusi untuk membangun Kota Bandung. Dengan kolaborasi, bisa dibuktikan banyak kegiatan yang berjalan tanpa menggunakan APBD.
"Apalagi jika swastanya bisa terlibat bersama, bukan hanya memberikan sumbangan," akunya.
Baca Juga: 431 Hewan Kurban di Kulon Progo Terkena Cacing Hati, Jeroan Dimusnahkan
Ia mengatakan, tujuan utama kegiatan ini demi menumbuhkan kepedulian masyarakat, khususnya warga Tamansari untuk lebih peduli sosial ekonomi. Rencananya, donor darah ini bisa dilakukan secara rutin 3 bulan sekali.
"Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat lebih kompak dan guyub lagi. Ke depan, mudah-mudahan di saat ada kebutuhan atau keperluan masyarakat akan darah atau pelayanan dari PMI, bisa lebih diprioritaskan," ujarnya.
Dadang menuturkan, terdapat 154 orang telah terdata dan terkonfirmasi untuk mendonorkan darah. Namun, ada beberapa warga yang juga datang langsung tanpa didata terlebih dulu.
"Kalau mau datang langsung mendadak juga boleh. Kalau dilihat, pesertanya tidak kurang dari 200 orang hari ini," tuturnya.
Publikasi dilakukan melalui pamflet, share konten lewat whatsapp, sosialisasi lewat LKK, RT dan RW, karang taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
"Kita juga pasang spanduk di 10 titik wilayah Tamansari. Lokasinya kami pilih yang strategis agar bisa dilihat oleh masyarakat," imbuhnya.