Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:00 WIB
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
Ilustrasi SPBU (Suara x Gemini)
baca 10 detik

Pemasangan Sekrup: Modus ini diduga mengganjal nozzle agar transaksi pengisian bahan bakar tidak tertutup sempurna.

Dibantah Pakar: Pakar menyebut modus ini hoaks karena mesin SPBU modern memiliki fitur mati otomatis.

Langkah Aman: Selalu pastikan layar pompa kembali ke nol dan simpan struk pembayaran Anda.

Suara.com - Bayangkan skenario ini: Anda baru saja selesai mengisi bahan bakar (full tank) di SPBU, mengembalikan nozzle ke tempatnya, dan langsung melaju pergi. Namun tanpa Anda sadari, transaksi di mesin pompa ternyata belum tertutup. Alhasil, tagihan di kartu kredit atau dompet digital Anda terus membengkak karena Anda tanpa sadar membayari bensin mobil orang lain yang antre di belakang Anda.

Mengerikan, bukan? Skenario inilah yang belakangan bikin geger komunitas otomotif, terutama setelah Kepolisian Virginia, Amerika Serikat, mengeluarkan peringatan resmi terkait modus kejahatan baru yang dijuluki "Gas Pump Screw Scam" seperti dilansir dari Carscoops.

Bagaimana 'Gas Pump Screw Scam' Bekerja?

Secara teori, pelaku tidak membutuhkan alat skimming canggih atau keahlian meretas komputer SPBU. Modus ini mengandalkan trik mekanis yang sangat sederhana:

  • Pemasangan Benda Asing: Pelaku menempatkan sebuah sekrup kecil atau benda pengganjal lainnya pada bagian tertentu di pegangan nozzle pompa BBM.
  • Manipulasi Sensor: Ganjalan ini diduga bertujuan untuk mencegah tuas nozzle kembali ke posisi mati secara sempurna setelah konsumen selesai mengisi bensin.
  • Transaksi Menggantung: Akibatnya, sistem komputer pompa membaca bahwa pengisian belum selesai. Mesin tetap aktif, dan pengguna berikutnya bisa langsung mengisi BBM menggunakan sisa limit transaksi dari pelanggan sebelumnya.

Mitos atau Fakta? Ini Kata Pakar Industri

Kabar ini dengan cepat menyebar dan memicu kepanikan, mengingat harga bahan bakar yang sedang tidak bersahabat.

Namun, benarkah modus ini semudah itu dilakukan di SPBU modern?

Situs pemeriksa fakta Snopes dan pakar industri otomotif justru meragukan kebenaran modus ini. Berikut adalah perbandingan antara klaim yang beredar dan fakta di lapangan:

  • Klaim: Transaksi bisa terus menyala tanpa batas waktu. Faktanya, sebagian besar mesin SPBU modern dilengkapi fitur penghentian otomatis (auto-shutoff) yang langsung memutus transaksi jika tidak ada aktivitas dalam hitungan detik.
  • Klaim: Banyak pengemudi menjadi korban pembobolan. Kenyataannya, Snopes melaporkan belum ada satu pun laporan terverifikasi mengenai korban yang mengalami kerugian finansial akibat modus ini.
  • Klaim: Sekrup sengaja dipasang oleh sindikat penipu. Faktanya, Kepolisian Timberville memang mengakui pernah menemukan sekrup di pompa, namun kuat dugaan itu hanyalah sisa komponen dari proses perbaikan atau pemeliharaan rutin, bukan alat penipuan.

Juru bicara raksasa migas Shell bahkan menyatakan belum pernah mendapati kasus serupa yang terbukti merugikan pelanggannya. Singkatnya, tingkat keberhasilan modus ini pada mesin SPBU generasi terbaru nyaris mustahil.

baca juga

3 "Ritual" Wajib Agar Terhindar dari Kecurangan SPBU

Terlepas dari statusnya yang diklaim sebagai hoaks atau sekadar peringatan dini, tidak ada salahnya untuk tetap waspada.

Di tengah maraknya berbagai inovasi kejahatan, para pemilik kendaraan wajib menerapkan tiga langkah sederhana berikut saat mampir ke pom bensin:

  • Cek Layar Sebelum dan Sesudah: Jangan langsung asyik main ponsel. Pastikan angka pada meteran pompa dimulai dari NOL. Setelah selesai, jangan tinggalkan area mesin sebelum layar benar-benar menunjukkan bahwa transaksi telah selesai.
  • Minta dan Simpan Struk: Jika Anda menggunakan metode pembayaran non-tunai (kartu kredit/debit/aplikasi), struk fisik adalah senjata utama Anda. Cocokkan nominal di struk dengan mutasi rekening Anda untuk memastikan tidak ada tagihan siluman.
  • Lakukan Inspeksi Visual: Sebelum memegang nozzle, periksa sekilas kondisinya. Jika ada komponen yang janggal, kabel terkelupas, atau benda asing (seperti sekrup) yang menempel pada tuas, segera pindah ke pompa lain dan laporkan kepada petugas SPBU.

Modus penipuan mungkin akan terus berevolusi seiring perkembangan zaman. Namun, dengan kebiasaan mengemudi dan mengisi BBM yang teliti, dompet dan kendaraan Anda akan tetap aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Dari Rp150 ke Rp17.000: Menelusuri Sejarah Kenaikan Harga BBM dari Era Soekarno hingga Prabowo

Dari Rp150 ke Rp17.000: Menelusuri Sejarah Kenaikan Harga BBM dari Era Soekarno hingga Prabowo

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:49 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×