Sianida juga dapat menjadi pembunuh yang cepat: tergantung pada dosis, kematian terjadi hanya dalam 1 sampai 15 menit.
Dalam bentuk gas, hidrogen sianida, digunakan oleh Nazi Jerman untuk pembunuhan massal di kamar gas selama Holocaust.
4. Tetrodotoxin
Cairan ini ditemukan dalam dua makhluk laut - gurita cincin biru dan ikan buntal. Namun, gurita adalah yang paling berbahaya, karena sengaja menyuntikkan racun yang mampu membunuh dalam hitungan menit.
Cairan zat ini mampu membunuh 26 orang dewasa manusia dalam beberapa menit. Awalnya sendiri sering tidak sakit, hingga begitu banyak korban baru menyadari bahwa ketika mereka telah terkena cairan dengan mengalami kelumpuhan. Di sisi lain, ikan puffer hanya mematikan jika Anda ingin memakannya.
Cairan zat yang satu ini tergolong sebagai pembunuh buatan manusia! Tapi justru inilah yang membuatnya lebih berbahaya. Penyerapan dosis serendah 0.1ml telah terbukti berakibat fatal.
Namun, gejala keracunan baru mulai muncul setelah berbulan-bulan paparan awal, namun terlambat untuk diobati.
Pada tahun 1996, seorang profesor kimia di Dartmouth College, New Hampshire, terkena tumpahan dua tetes cairan dimethylmercury di tangan bersarungnya. Gejala baru muncul empat bulan kemudian dan sepuluh bulan kemudian, dia meninggal.
6. Belladonna
Nama tanaman ini berasal dari bahasa Italia yang berarti 'wanita cantik'. Itu karena di abad pertengahan, tanaman ini banyak digunakan untuk tujuan kosmetik.
Meski terlihat bermanfaat, cairan yang ada di daun ini sangat mematikan jika sampai daunnya tertelan.
Bahkan tak jarang cairan yang berasal dari daun digunakan pada busur panah. Buahnya lebih berbahaya lagi. Cukup 10 buah untuk menghilangkan nyawa seseorang.
7. Cairan VX
Ini adalah zat yang sangat berbahaya dan mematikan, yang sering digunakan dalam perang kimia. Laporan mengklaim bahwa setetes VX pada kulit dapat langsung menyebabkan kematian secara cepat.