Konon Sudah Ada Sejak 6.000 Tahun SM, Tasikmalaya Punya Batu Mahpar

Tantrum | Suara.com

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:09 WIB
Konon Sudah Ada Sejak 6.000 Tahun SM, Tasikmalaya Punya Batu Mahpar
Potret Kawah Gunung Galunggung (dokumen pribadi/Aozora Dee)

TANTRUM - Batu Mahpar yang berada di kaki Gunung Galunggung tercatat sudah 6000 tahun sebelum masehi. Konon, batu tersebut bukan dari bekas larva Gunung Galunggung.

Lokasinya yang berada di Kampung Pangkalan, Desa Sukamulih, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya ini dipercaya merupakan bekas parit Galunggung untuk mengalirkan air.

Anton Charliyan tokoh Sunda Jabar mengatakan, berdasarkan hasil dari pemeriksaan salah satu ahli geologi bahwa itu adalah sebuah gletser yang sudah tercatat berusia 6.000 tahun SM.

“Jadi itu bukan bekas larva atau kawah. Batu Mahpar ini konon adalah parit Galunggung, karena Galunggung ini begitu banyak menghasilkan air dan menjadi salah satu sumber air,” kata Anton dicuplik dari Harapan Rakyat, Rabu, 17 Agustus 2022.

Maka dari itu, lanjutnya, bentuk batunya sangat halus. Berbeda dengan bekas larva yang biasanya bolong-bolong, sedangkan yang ini tidak.

Dari sumber air tersebut, sambungnya, kemudian mengalirkan ke bawah agar bisa memberikan kehidupan untuk masyarakat.

Seperti halnya Mak Eroh, kata Anton, membuat parit kecil bisa mengairi sawah hingga 1000 hektar. Ki Hasan sebagai penerusnya mampu mengalirkan air ke sawah hingga 500 hektar.

“Jadi, kalau berbicara tentang Batu Mahpar itu adalah parit Galunggung yang paling besar,” paparnya.

Di dalam Geger Hanjuang tahun 1111 masehi, batu tersebut bukan sekadar ada, tapi dikikis menjadi parit yang asalnya tertutup tanah. Lalu air dari parit tersebut kemudian mengalir ke Sungai Cimerah.

“Benar nggak kalau Batu Mahpar itu situs purbakala? kalau kita lihat kan sudah tercatat di Geger Hanjuang tercatat tahun 1111 M. Apakah 1111 M itu termasuk purbakala atau tidak? Nah kemudian kalau berdasarkan Geolog usianya 6000 tahun SM,” jelasnya.

Karena itu, untuk menentukan kepurbakalaan batu tersebut perlu adanya kajian lebih mendalam, seperti uji karbon, menggali situs yang ada di sekitarnya seperti Walahir maupun makam kuno.

“Karena itu saya mengimbau agar para arkeolog maupun ahli sejarah bisa meneliti lagi Batu Mahpar ini,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beli Sabu dari Jakarta 1,2 Kilogram, Yayan Warga Tasikmalaya Ini Harus Berurusan dengan Polisi

Beli Sabu dari Jakarta 1,2 Kilogram, Yayan Warga Tasikmalaya Ini Harus Berurusan dengan Polisi

Jabar | Senin, 15 Agustus 2022 | 15:34 WIB

KPK Lelas Barang Mewah Hasil Rampasan Terpidana Korupsi Mantan Wali Kota Tasikmalaya

KPK Lelas Barang Mewah Hasil Rampasan Terpidana Korupsi Mantan Wali Kota Tasikmalaya

Jabar | Senin, 15 Agustus 2022 | 14:21 WIB

Profil Universitas Siliwangi: Akreditasi, Jurusan, Biaya Kuliah dan Prestasi

Profil Universitas Siliwangi: Akreditasi, Jurusan, Biaya Kuliah dan Prestasi

News | Minggu, 14 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Terkini

Kritik PDIP untuk Mudik 2026, Indonesia Disebut Masih Tertinggal Dari China

Kritik PDIP untuk Mudik 2026, Indonesia Disebut Masih Tertinggal Dari China

Video | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:37 WIB

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:35 WIB

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:32 WIB

Ratusan Umat Muslim di Makassar Sudah Rayakan Idulfitri Hari Ini, Ini Alasannya

Ratusan Umat Muslim di Makassar Sudah Rayakan Idulfitri Hari Ini, Ini Alasannya

Sulsel | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:32 WIB

Uang, Status, dan Ekspektasi: Cara Orangtua Melihat Kesuksesan Anak

Uang, Status, dan Ekspektasi: Cara Orangtua Melihat Kesuksesan Anak

Your Say | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:30 WIB

Lupakan Macet Horor! Mudik Sambil Healing Lewat Jalur Pesisir Selatan Pangandaran

Lupakan Macet Horor! Mudik Sambil Healing Lewat Jalur Pesisir Selatan Pangandaran

Jabar | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:27 WIB

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:27 WIB

Ngabuburit Makin Digital, Kajian Ramadan hingga Konser Religi Kini Bisa Dinikmati di Roblox

Ngabuburit Makin Digital, Kajian Ramadan hingga Konser Religi Kini Bisa Dinikmati di Roblox

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:25 WIB

30 Ucapan Idul Fitri Islami Penuh Doa dan Makna, Cocok untuk Keluarga hingga Rekan Kerja

30 Ucapan Idul Fitri Islami Penuh Doa dan Makna, Cocok untuk Keluarga hingga Rekan Kerja

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:25 WIB

Drama Love Scout: Romansa Dewasa yang Nggak Berisik tapi Bikin Nyaman

Drama Love Scout: Romansa Dewasa yang Nggak Berisik tapi Bikin Nyaman

Your Say | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:25 WIB