Turunkan Jumlah Perokok, Indonesia Harus Punya Produk Tembakau yang Dipanaskan

Tantrum | Suara.com

Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:41 WIB
Turunkan Jumlah Perokok, Indonesia Harus Punya Produk Tembakau yang Dipanaskan
Ilustrasi perokok. (karosieben from Pixabay)

TANTRUM -  Di berbagai negara seperti Inggris, Jepang, dan Selandia Baru, produk alternatif tembakau telah dimanfaatkan secara maksimal untuk menurunkan prevalensi perokok

Hasilnya, jumlah perokok di negara-negara tersebut menurun signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Di Jepang misalkan tercatat mengalami penurunan tren rawat inap akibat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), eksaserbasi/perburukan gejala PPOK, dan penyakit jantung iskemik (IHD) pasca kehadiran produk tembakau yang dipanaskan atau heated tobacco product (HTP).

Penelitian jangka panjang tersebut dilakukan terhadap orang dewasa berusia 20-74 tahun dengan waktu rawat inap pada Januari 2010 hingga Desember 2019. 

Penelitian dijalankan pada lima tahun sebelum dan empat tahun sesudah produk tembakau yang dipanaskan pertama kali dikenalkan di Jepang.

Japan Medical Data Center (JMDC), penyedia layanan data statistik medis Jepang yang menjadi sumber data, mencatat jumlah rawat inap mengalami peningkatan dari 53.481 pada 2010 menjadi 450.761 pada 2019. 

Dengan rata-rata peningkatan tertinggi terjadi pada 2012 ke 2013 sebesar 48,98 persen, 2011 ke 2012 sebesar 43,01 persen, dan 2014 ke 2015 sebesar 39,44 persen. Setelah 2015, rata-rata peningkatan rawat inap ada di angka 17,05 persen.

Penelitian yang dilakukan oleh Angela van der Plas, Meagan Antunes, Alba Romero-Kauss, Matthew Hankis, dan Annie Heremans ini mencatat bahwa jumlah rawat inap akibat PPOK mengalami penurunan sebesar 0,1 persen-0,2 persen jika dibandingkan dengan waktu sebelum pengenalan produk tembakau yang dipanaskan.

“Rata-rata jumlah rawat inap karena PPOK sebesar 1,93 persen dari total rawat inap, dengan tren fluktuatif mulai dari 1,83 persen pada tahun 2013 menjadi 2,08 persen pada 2016, kemudian menurun menjadi 1,82 persen pada 2019,” ujar temuan Frontiers dicuplik dari Suara, Kamis, 18 Agustus 2022.

Sementara itu, angka rawat inap karena eksaserbasi PPOK ditambah infeksi saluran pernapasan bawah atau lower respiratory tract infections (LRTI) tercatat mengalami peningkatan dari 0,4 persen pada 2013 dan menjadi 0,48 persen di dua tahun berikutnya.

Kemudian, pada 2019 menurun menjadi 0,41 persen dengan rata-rata 0,43 persen. Adapun, rata-rata tren rawat inap karena penyakit jantung iskemik juga turun dari 4,49 persen pada 2016 menjadi 4,02 persen pada 2019.

Dari data di atas, bisa dilihat bahwa kendati jumlah rawat inap secara keseluruhan mengalami peningkatan.

Tetapi jumlah rawat inap karena PPOK, eksaserbasi PPOK, dan penyakit jantung iskemik malah mengalami tren sebaliknya setelah produk tembakau yang dipanaskan hadir di Jepang.

Analisis tren rawat inap ini dilakukan dengan tujuan mereplikasi analisis Real-World Data (RWD) yang telah dilakukan sebelumnya. 

Analisis RWD ini menilai dampak kehadiran produk tembakau yang dipanaskan ke pasar Jepang dengan menggunakan data dari Medical Data Vision (MDV), sebuah penyedia data kesehatan di Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Elon Musk, Ini Pengusaha Inggris yang Siap Beli Manchester United

Bukan Elon Musk, Ini Pengusaha Inggris yang Siap Beli Manchester United

Bola | Kamis, 18 Agustus 2022 | 07:31 WIB

Manchester United Mulai Buka Peluang Lepas Cristiano Ronaldo

Manchester United Mulai Buka Peluang Lepas Cristiano Ronaldo

Bola | Kamis, 18 Agustus 2022 | 05:15 WIB

Everton Kejar Penyerang Blackburn Rovers Brereton Diaz

Everton Kejar Penyerang Blackburn Rovers Brereton Diaz

Bola | Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:13 WIB

Terkini

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:57 WIB

Seluk-Beluk Distribusi Buku di Balik Kehangatan Toko Buku Kobayashi

Seluk-Beluk Distribusi Buku di Balik Kehangatan Toko Buku Kobayashi

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 15:57 WIB

Suasana Dingin di Balik Panggung GIGI Jadi Sorotan: Thomas Ramdhan Memilih Menyendiri

Suasana Dingin di Balik Panggung GIGI Jadi Sorotan: Thomas Ramdhan Memilih Menyendiri

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 15:50 WIB

Videonya Viral, Tradisi Santri Jongkok Saat Guru Lewat di Ciamis Tuai Pro Kontra

Videonya Viral, Tradisi Santri Jongkok Saat Guru Lewat di Ciamis Tuai Pro Kontra

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 15:48 WIB

Lagi Asyik Olahraga, Pria di Denpasar Dianiaya Bule Prancis Hingga Berdarah

Lagi Asyik Olahraga, Pria di Denpasar Dianiaya Bule Prancis Hingga Berdarah

Bali | Rabu, 15 April 2026 | 15:47 WIB

Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader

Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:45 WIB

Cinta Laura Murka Soal Pelecehan di FH UI: "Minta Maaf Bukan Tiket Bebas Sanksi!"

Cinta Laura Murka Soal Pelecehan di FH UI: "Minta Maaf Bukan Tiket Bebas Sanksi!"

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 15:45 WIB

Sejumlah Rumah Disegel Buntut Rusuh Protes Isu Bandar Narkoba di Panipahan

Sejumlah Rumah Disegel Buntut Rusuh Protes Isu Bandar Narkoba di Panipahan

Riau | Rabu, 15 April 2026 | 15:42 WIB

Proyek PSEL Makassar Rp3 Triliun Terancam Gagal, Investor Ancam Bawa ke Arbitrase Internasional

Proyek PSEL Makassar Rp3 Triliun Terancam Gagal, Investor Ancam Bawa ke Arbitrase Internasional

Sulsel | Rabu, 15 April 2026 | 15:41 WIB

Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman

Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:37 WIB