Mengapa Orang Kelahiran 1980-an Kemungkinan Kebal terhadap Cacar Monyet? Menkes Budi Menjawab

Tantrum

Kamis, 25 Agustus 2022 | 14:06 WIB
Mengapa Orang Kelahiran 1980-an Kemungkinan Kebal terhadap Cacar Monyet? Menkes Budi Menjawab
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta Senin (18 - 7 - 2022). ((YouTube Sekretariat Presiden))

TANTRUM - Benarkah orang kelahiran 1980 ke bawah bisa kebal terhadap penyakit cacar monyet? Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memiliki penjelasan terhadap pertanyaan tersebut. 

Menurutnya, orang kelahiran tahun 1980 ke bawah telah memiliki proteksi terhadap penyakit cacar monyet. Sebab, banyak orang di masa tersebut telah melakukan vaksin cacar yang dapat memberikan perlindungan seumur hidup.

Sehingga menurutnya, kelompok masyarakat kelahiran 1980 ke bawah lebih terlindungi dari penyakit cacar monyet yang beredar sekarang.

“Bedanya dengan vaksinasi Covid-19 yang berlakunya enam bulan, ini (vaksin cacar) sekali divaksin berlakukanya seumur hidup," kata Budi, saat berbicara dalam agenda The 3rd G20 Health Working Group pada Selasa (23/8/2022) lalu.

"Jadi buat teman-teman yang lahirnya 1980 ke bawah kayak saya ini yang tua-tua, itu terproteksi,” ucap Menkes Budi dikutip dalam siaran konferensi pers di kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (23/8/2022).

Meski demikian, ia menyebut proteksi yang diberikan tidak 100 persen. Hanya saja manfaat perlindungan dari penyakit cacar monyet tetap ada. "Mungkin tidak 100 persen, tetapi tetap terproteksi,” sambungnya.

Adanya proteksi ini juga yang dinilai membuat cacar monyet belum menyebar luas di kawasan Asia. Itu terjadi karena pandemi cacar di kawasan Asia lebih lama dibandingkan Eropa.

Oleh karena itu, vaksinasi orang-orang Eropa mungkin sudah habis dan tidak memiliki imunitas terhadap cacar. Sementara di Asia termasuk Indonesia, vaksinasi virus cacar masih tersisa dan membuat antibodi bertahan hingga sekarang.

“Sedangkan orang Indonesia karena dulu pandemi cacarnya masih kena termasuk orang-orang kayak saya itu divaksinasi sehingga masih ada antibodinya."

baca juga

"Dengan demikian diharapkan orang-orang yang lahir di bawah tahun 1980, seharusnya kita masih ada antibodinya,” jelas Menkes Budi.

Menkes Budi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dengan kondisi cacar monyet meski sudah ada satu kasus terkonfirmasi beberapa waktu lalu.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan kebersihan diri. Tidak hanya itu, Menkes Budi juga berpesan jika melihat ada seseorang dengan gejala cacar monyet bisa segera dilaporkan.

Budi menambahkan, masyarakat harus bisa tetap menjaga diri agar tidak melakukan kontak dengan orang tersebut. Ia mengimbau agar masyarakat selalu menjaga prokes atau kebersihan.

“Kemudian kalau ada orang-orang yang sudah berbintik-bintik segera dilaporkan dan jangan bersentuhan fisik dengan orang bintik-bintik cacar, kelihatan kok itu,” pungkas Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hits Health: Jepang Hapus Syarat Tes Covid-19, Cacar Monyet Dikira Luka Karena Pisau Cukur

Hits Health: Jepang Hapus Syarat Tes Covid-19, Cacar Monyet Dikira Luka Karena Pisau Cukur

Health | Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:54 WIB

Hubungan Seks Sejenis, Ahli Sebut Medium Pemicu Efektif Penularan Cacar Monyet

Hubungan Seks Sejenis, Ahli Sebut Medium Pemicu Efektif Penularan Cacar Monyet

Tantrum | Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:53 WIB

Pemkot Surakarta Minta Masyarakat Waspada Keberadaan Virus Cacar Monyet, Usia 40 Tahun ke Atas Rentan Tertular

Pemkot Surakarta Minta Masyarakat Waspada Keberadaan Virus Cacar Monyet, Usia 40 Tahun ke Atas Rentan Tertular

Surakarta | Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:17 WIB

Terkini

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

×