Untuk meningkatkan skill para anggota, Kopwan Berkah Bermartabat memiliki program pendidikan koperasi untuk anggota setiap tahun.
Materinya pun beragam, disesuaikan dengan tingkatan para anggota masing-masing. Mulai dari tingkat dasar hingga tingkat atas.
Itulah luar biasanya koperasi. Untuk materi-materi dasar diisi oleh para pengurus kepada pengurus tingkat awal.
Sedangkan untuk tingkat menengah sampai atas, biasanya akan mendapatkan materi dari Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) dan Dinas Koperasi dan UKM (Diskopukm).
Selain itu, ada pula program bantuan sembako warga miskin, anak yatim, biaya kesehatan, bencana alam, kegiatan HUT RI, dan lainnya.
Tak hanya memakmurkan orang lain, koperasi ini juga memakmurkan anggotanya dengan program pemberian sembako untuk anggota.
"Kami juga sempat menolong anggota yang terjerat rentenir, tanpa biaya jasa. Salah satunya ada yang ingin menyekolahkan anaknya," ujarnya.
"Kami ada kebijakan kalau untuk pendidikan dan kesehatan kita tidak menggunakan jasa 1,5 persen, tapi hanya 1 persen. Dengan melampirkan biaya yang harus dibayar oleh keluarganya," papar Siti.
Harapan lain yang ingin dicapai bersama lewat koperasi ini adalah semua anggota koperasi bisa berkurban. Dengan diberikan pinjaman dari koperasi maksimal Rp4 juta tanpa biaya jasa, para anggota sudah bisa berkurban.
"Mereka yang mau kurban saya tampung dulu. Nanti secara bergiliran bergantian yang berkurbannya. Tahun 2021 ada 10 orang yang bisa berkurban. Tahun ini 15 orang yang berkurban. Tahun 2023 harapannya bisa 20 orang yang berkuban," harapnya.
Bahkan, sudah ada anggota yang umroh juga. Siti menuturkan, koperasi pun memberikan pinjaman untuk tambahan uangnya tanpa biaya jasa.
Solidnya kekeluargaan di antara para anggota koperasi membuat Siti merasa sangat bersyukur bisa mendampingi 320 ibu-ibu tangguh ini.
Untuk merekatkan persaudaraan, mereka bahkan memiliki program khusus piknik bersama setiap tahun.
"Nilai plus tiap tahun melaksanakan piknik. Ini yang menjadi pemicu anggota. Kita hanya menyediakan 50 persen, tapi para anggota rela untuk ikut iuran lagi. Bahkan, ada yang menyumbang kaus, bawa makanan, hadiah-hadiah, dan lainnya," tuturnya.
Popong, Anggota Paling Lama