Apa Itu Gas Air Mata? Efek Jika Terpapar dan Cara Mengatasinya

Tantrum

Kamis, 08 September 2022 | 14:03 WIB
Apa Itu Gas Air Mata? Efek Jika Terpapar dan Cara Mengatasinya
Dua polisi memegang senjata gas air mata. (Fajrul Falah from Pixabay)

TANTRUM - Penggunaan gas air mata seringkali terjadi untuk membubarkan massa seperti pada aksi protes. 

Seperti yang terjadi pada aksi protes atas berbagai unjuk rasa penolakan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah terjadi di berbagai kota di Indonesia. 

Apabila terkena gas air maya ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Namun, apa itu gas air mata? Bagaimana efek jangka pendek dan jangka panjang jika terkena gas air mata? Ketahui selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.  

Menurut dr. Raja Friska Yulanda di laman Good Doctor, Kamis, 8 September 2022, Meski namanya adalah gas air mata, benda ini bukanlah gas. 

Gas air mata adalah senjata berbahan bahan kimia padat atau cair yang dapat menimbulkan asap saat digunakan. 

Apabila terkena dapat menimbulkan iritasi pada mata serta sistem pernapasan. Gas air mata mengandung banyak bahan kimia, di antaranya:

- Kloroasetofenon (CN)
- Chlorobenzylidene Malononitrile (CS)
- Chloropicrin (PS)
- Bromobenzyl Cyanide (CA)
- Dibenzoxazepine (CR)
- Kombinasi bahan kimia yang berbeda

Awalnya, gas air mata dikembangkan sebagai senjata kimia untuk penggunaan militer. Namun, senjata kimia ini sekarang dilarang dalam peperangan.

baca juga

Meski begitu biasanya gas air mata digunakan oleh polisi atau personel militer untuk membubarkan massa seperti pada aksi protes. 

Untuk menggunakan gas air mata, ada pedoman ketat yang harus diterapkan. Seperti menembakkannya dari kejauhan, hanya menggunakannya di luar ruangan, dan menggunakan campuran kimia dengan kekuatan serendah mungkin.

Menurut CDC, gas air mata secara khusus menargetkan mata, tenggorokan, mulut, kulit, dan paru-paru. 

Gas air mata dirancang untuk bekerja cepat, menyebabkan iritasi dalam hitungan detik setelah terpapar. Efek langsung dari gas air mata pada mata dapat berupa:

- Mata berair, merah, dan rasa terbakar 
- Penglihatan kabur
- Rasa terbakar dan iritasi di mulut dan hidung
- Kesulitan menelan
- Mual dan muntah
- Sulit bernafas
- Batuk
- Mengi
- Iritasi kulit
- Ruam

Efek gas air mata biasanya akan hilang dalam 15-20 menit. Seseorang juga mungkin merasa sensasi sesak di dada, atau merasa tersedak.

Orang dengan penyakit pernapasan berisiko mengalami gejala lebih serius setelah terpapar gas air mata. 

Terutama mereka yang memiliki asma dan penyakit paru obstruktif kronik. Bahkan ada risiko pernapasannya berhenti.

Di samping itu, risiko luka bakar dan cedera juga bisa terjadi akibat benturan tabung yang digunakan untuk menembakkan zat tersebut. Benturan tabung juga dapat menyebabkan kerusakan pada wajah, mata, atau kepala.

Untuk jangka panjang, efek samping paparan gas air mata dapat menyebabkan luka parah, cacat permanen, hingga kematian. 

Sebuah riset melihat efek gas air mata pada tubuh selama 25 tahun. Dalam data yang dilaporkan ada dua kasus kematian akibat akibat gagal napas serta benturan tabung gas air mata yang menyebabkan cedera kepala yang fatal.

Di samping itu, sebagian orang dilaporkan mengalami cacat permanen setelah terpapar gas air mata, seperti: 

- Masalah pernapasan
- Efek kesehatan mental
- Kebutaan
- Kerusakan otak
- Hilangnya fungsi anggota tubuh
- Amputasi
- Kondisi kulit tertentu

Paparan gas air mata di dalam ruangan atau dalam jumlah besar juga dapat menimbulkan efek kesehatan yang serius seperti:

- Glaukoma
- Kebutaan
- Luka bakar kimiawi
- Kegagalan pernapasan

Ketika seseorang meninggalkan area paparan gas air mata  dan gejalanya segera hilang risiko cedera jangka panjangnya pun rendah. Namun, hingga saat ini belum diketahui apa efek gas air mata yang menetap dalam tubuh.

Cara mengatasi paparan gas air mata

Ketika terpapar gas air mata, satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan menjauh dan cari daerah dengan udara segar. 

Uap dari gas air mata mengendap di tanah, jadi sebaiknya cari tempat yang tinggi jika memungkinkan. Bila berada dalam gedung, cari lah jalan keluar.

Setelah berada dalam jarak aman, lakukan langkah berikut:

- Lepaskan pakaian yang terpapar. Bila kamu menggunakan kaos atau pakaian tanpa kancing maupun resleting,  bukalah pakaian dengan cara mengguntingnya. Hindari melepaskan pakaian dengan cara menariknya ke arah kepala. 

- Mandi. Bilas tubuh dengan sabun dan air untuk menghilangkan sisa gas air mata dari kulit. Jika penglihatan kabur, bilas mata dengan air.

- Buang pakaian. Hindari menggunakan pakaian yang telah terpapar gas air mata. Buang pakaian dengan membungkusnya ke dalam kantong plastik. 

Dampak dari paparan gas air mata memang tidak bisa diremehkan. Untuk itu, selalu waspada dan segera minta pertolongan medis bila nyeri berlangsung parah setelah terpapar gas air mata. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mungkin Relate dengan Kondisi Saat Ini, 7 Film dengan Tema Stockholm Syndrome

Mungkin Relate dengan Kondisi Saat Ini, 7 Film dengan Tema Stockholm Syndrome

Tantrum | Jum'at, 02 September 2022 | 16:41 WIB

5 Sisi Gelap Seleb Korea Selatan yang Bikin Hidup Mereka Tragis

5 Sisi Gelap Seleb Korea Selatan yang Bikin Hidup Mereka Tragis

Tantrum | Kamis, 01 September 2022 | 14:06 WIB

Gangguan Kesehatan Mental Mengincar Anak-anak

Gangguan Kesehatan Mental Mengincar Anak-anak

Tantrum | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 20:01 WIB

Cintai Diri dengan Merawat Tubuh

Cintai Diri dengan Merawat Tubuh

Tantrum | Jum'at, 27 Mei 2022 | 13:55 WIB

Terkini

Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang

Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 04:00 WIB

Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko

Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 03:54 WIB

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 22 Juni 2026 | 03:44 WIB

Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina

Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 03:35 WIB

Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!

Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 03:29 WIB

Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral

Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 03:25 WIB

Daftar Lengkap 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Lamine Yamal Lewati Messi

Daftar Lengkap 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Lamine Yamal Lewati Messi

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 03:19 WIB

Kurang dari 16 Jam untuk Persiapan! Iran Tercekik Aturan AS, Ghalenoei Protes Keras

Kurang dari 16 Jam untuk Persiapan! Iran Tercekik Aturan AS, Ghalenoei Protes Keras

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 03:13 WIB

Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele

Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 01:15 WIB

Argentina Lawan Austria di Dallas, Kota Terkutuk buat Maradona

Argentina Lawan Austria di Dallas, Kota Terkutuk buat Maradona

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 01:02 WIB