TANTRUM - J-Pop (Jepang) dan K-pop (Korea Selatan) jadi dua aliran musik pop yang banyak disukai orang-orang dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini.
Meskipun terkadang digolongkan ke dalam kategori yang sama, namun keduanya memiliki banyak perbadaan.
Mulai dari teknik pemasaran, image, genre, hingga pengaruh musik, dan lain-lain. Hal inilah yang juga mempengaruhi mengapa aliran musik asal Korea Selatan tersebut lebih populer di mancanegara ketimbang J-Pop, terutama idol group.
Diberitakan Japanese Station, ditulis Rabu, 14 September 2022, album maupun single para musisi J-Pop sering kali dirilis dalam berbagai versi, ini dilakukan agar dapat menjual lebih banyak album dan single-nya.
Terbukti, dengan teknik tersebut Jepang memang berhasil menjadi pasar musik terbesar kedua. Tapi tampaknya hal itu justru membuat para penggemar di luar Jepang kesulitan, dan di zaman di mana penjualan album tidak sepopuler platform digital dan streaming, membuat menikmati musik pop Jepang jauh lebih rumit.
Meski tidak semua, namun sebagian besar lagu-lagu yang dirilis di Jepang juga cenderung dibatasi hanya untuk versi iTunes Jepang saja.
Berbanding terbalik dengan bintang-bintang K-Pop yang justru menandatangani kesepakatan untuk medistribusikan karya mereka di dunia internasional dan tersedia secara luas di berbagai layanan streaming, seperti Apple Music, Spotify dan YouTube.
Banyak perusahaan agensi dan label J-Pop enggan mengadopsi metode ini, karena undang-undang hak cipta dan penyiaran yang dibatasi, serta fakta bahwa CD masih merupakan format utama untuk konsumsi musik di Jepang, menjadi alasan kurangnya akses J-Pop untuk penggemar internasional.
Sementara itu, Korea Selatan memiliki keinginan besar untuk menyebarkan Hallyu atau Korean Wave di seluruh dunia, dan K-pop dapat melakukannya dengan cara tersebut.
Baca Juga: Pesona Personel BLACKPINK dalam Poster Single Shut Down
Mereka mengunggah video musik lengkap di situs berbagi video YouTube, berbeda dengan Jepang yang sangat melarang atau bahkan mengklaim hak cipta apa pun yang mirip dengan karya mereka.
K-pop juga merilis beberapa versi album, terutama boy group dan girl group untuk mendongkrak penjualan fisik, maka setiap versinya dikemas dengan foto-foto muapun pun photocard yang berbeda-beda.
Itulah mengapa meski sama-sama dibentuk di tahun tahun 2015, saat ini TWICE lebih populer ketimbang idol group Keyakizaka46, bahkan Jihyo dan kawan-kawan sukses memasuki pasar Jepang.
Grup wanita beranggotakan sembilan wanita cantik ini berhasil masuk ke dalam peringkat 10 besar daftar album Oricon mingguan setelah memulai debutnya di Jepang pada bulan Juni 2017 lalu.
Album mereka bahkan mendapat sertifikat platinum dari RIAJ (Asosiasi Musik Jepang) dan debut single Jepang mereka yang diberi judul One More Time meroket ke posisi nomor satu di tangga lagu Oricon.
Kalangan remaja asal negeri sakura belakangan ini mulai banyak menyukai budaya Korea, dengan adanya hashtag #IWantToBeKorean di Jepang yang muncul lebih dari 7.000 kali di jejaring sosial Instagram.