Memecah makanan yang kaya serat seperti kacang-kacangan dapat merangsang proses fermentasi dan penumpukan gas di usus Anda.
Hasilnya, tekstur feses menjadi lebih padat dan kentut yang keluar berbau menyengat.
4. Makanan tinggi sulfur
Sulfur adalah senyawa alami yang berbau seperti telur busuk. Banyak sumber makanan yang kita konsumsi mengandung senyawa sulfur cukup tinggi.
Beberapa makanan yang tinggi sulfur meliputi:
- telur,
- bawang putih,
- daging, dan
- bawang bombai.
Selain menyebabkan kentut bau busuk, mengonsumsi makanan tersebut dalam jumlah banyak dapat memicu perut kembung.
5. Ketidakseimbangan bakteri baik
Ketidakseimbangan mikroorganisme pada saluran pencernaan bisa menyebabkan volume gas di dalam perut menjadi lebih tinggi dan kentut berbau tajam.
Baca Juga: Penyebab Subsidi Listrik Bengkak Rp 30 T, Menkeu Sri Mulyani Jelaskan Sebabnya
Saat feses menumpuk di usus besar dan tidak juga dikeluarkan, bakteri akan terus berkembang biak dan frekuensi kentut pun meningkat.
Tak heran bila kentut cenderung berbau menyengat saat Anda mengalami sembelit.
6. Mengalami penyakit atau infeksi saluran cerna
Biasanya kentut yang kita hasilkan tidak selalu mengeluarkan bau busuk. Namun, jika bau menyengat itu selalu muncul, mungkin ini pertanda bahwa ada gangguan sistem pencernaan, misalnya polip dan penyakit radang usus.
Polip atau tumor yang terbentuk di saluran pencernaan bisa menyebabkan penyumbatan usus yang berakibat pada penumpukan gas di perut.
Gas yang keluar biasanya akan berbau busuk dan disertai gejala lainnya seperti nyeri perut, kram, diare, serta feses berlendir.