TANTRUM - Suatu hari Rasulullah saw berpesan kepada istrinya Siti Aisyah ra untuk berdoa dengan permintaan yang mencakup semua kesempurnaan dunia dan akhirat (jami’ah kamilah atau jawami'il kawamil).
Rasulullah saw kemudian membaca doa berikut ini di hadapan istrinya;
Doa ini dikutip oleh Imam Al-Ghazali di Kitab Ihya Ulumiddin, dicuplik dari laman islam.nu.or.id, Minggu, 25 September 2022.
Doa ini juga dikutip oleh Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya dalam karyanya Maslakul Akhyar yang menjadi doa bacaan harian masyarakat Indonesia terutama Jawa Barat.
Adapun doanya adalah sebagai berikut:
, , , , , , , ,
Allhumma inn as’aluka minal khayri kullih ‘jilih wa jilih ma laimtu minhu wa m lam a‘lam, wa a‘dzu bika minas syarri kullih ‘jilih wa jilih ma laimtu minhu wa m lam a‘lam, wa as’alukal jannata wa m qarraba ilayh min qawlin wa ‘amalin, wa ‘dzu bika minan nri wa m qarraba ilayh min qawlin wa ‘amalin, as’aluka minal khayri m sa’alaka ‘abduka wa rasluka Muhammadun shallallhu alayhi wa sallama, wa asta‘dzuka min ma-sta‘dzaka minhu ‘abduka wa rasluka Muhammadun shallallhu alayhi wa sallama, wa as’aluka m qadhayta l min amrin an taj‘ala qibatah rasyad bi rahmatika y arhamar rhimna.
Artinya, “Ya Allah, kepada-Mu kumohon kebaikan dengan segala jenisnya baik dalam waktu dekat maupun waktu jauh di depan, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Kepada-Mu juga aku berlindung dari segala keburukan dengan segala jenisnya baik yang dalam waktu dekat maupun waktu jauh di depan, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Ya Allah, kepada-Mu kumohon surga serta ucapan dan tindakan yang mendekatkanku padanya. Kepada-Mu aku berlindung dari neraka surga serta ucapan dan tindakan yang mendekatkanku padanya. Aku memohon kebaikan apa saja yang pernah diminta oleh hamba dan rasul-Mu Muhammad saw. Aku juga berlindung kepada-Mu dari keburukan apa saja yang pernah dimintakan perlindungan oleh hamba dan rasul-Mu Muhammad saw. Aku juga memohon kepada-Mu agar kesudahan dari apa yang Kautentukan dapat menjadi petunjuk bagiku dengan rahmat-Mu, wahai Zat yang maha pengasih,” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 395).
Hadits ini diriwayatkan oleh Sayyidatina Aisyah ra (HR Ibnu Majah dan disahihkan oleh Ibnu Hibban dan Imam Al-Hakim). Wallahu a’lam.
Baca Juga: Doa Memperbaiki Diri Sendiri