Pegiat Lingkungan: Perlindungan Masyarakat dari Bahaya BPA Perlu Diperkuat

Tantrum | Suara.com

Kamis, 08 Desember 2022 | 20:08 WIB
Pegiat Lingkungan: Perlindungan Masyarakat dari Bahaya BPA Perlu Diperkuat
Ilustrasi (suara.com)

TANTRUM - Belakangan ini, masyarakat semakin akrab dengan istilah senyawa kimia Bisphenol A (BPA), berkat pemberitaan yang meluas di banyak media nasional. Boleh dibilang, edukasi tentang bahaya BPA pada air minum yang terkontaminasi dari luluhan galon plastik polikarbonat, semakin membuat masyarakat sadar potensi bahaya dari air galon yang mereka minum.
 
“Berbagai publikasi ilmiah mutakhir menunjukkan berbagai dampak fatal akibat toksisitas BPA pada kelompok dewasa dan usia produktif, antara lain bisa mempengaruhi fertilitas, menyebabkan keguguran dan komplikasi persalinan, obesitas, dan berbagai penyakit metabolik,” kata Amalia S Bendang, Ketua Harian Net Zero Waste Mangement Consortium, dalam rilisnya belum lama ini.
 
“Dampak BPA pada kelompok usia anak-anak dapat menyebabkan depresif, ansietas, perilaku anak menjadi hiperaktif, emosional dan tidak stabil, dan kekerasan yang berpengaruh terhadap dopamine, serotonin, acetylcholine, dan thyroid,” katanya menjelaskan.
 
Menurut Amalia, BPA popular sebagai bahan kimia yang ditambahkan ke banyak produk komersial, termasuk wadah pangan untuk makanan dan minuman. Plastik yang mengandung campuran BPA biasanya digunakan sebagai wadah makanan, botol minuman atau botol susu bayi dan barang lainnya.
 
“BPA juga lazim digunakan untuk membuat resin epoxy yang dimanfaatkan sebagai lapisan dalam wadah makanan kaleng untuk menjaga agar logam tidak cepat berkarat,” katanya.
 
“Sebagai bahan kimia, BPA adalah material bahan berbahaya dan beracun (B3), karena sifat, konsentrasi atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemari lingkungan hidup dan kesehatan  manusia,” kata Amalia.
 
Sementara itu, aktivis Valencia Mieke Randa mengajak kepada masyarakat untuk memilih air minum yang aman dan sehat bagi keluarganya. Menurut Pencetus gerakan Blood For Life tersebut, ini adalah ajakan secara pribadi sebagai ibu yang peduli kepada kesehatan anak dan keluarga. Ia mencermati kebiasaan masyarakat saat ini yang luput dari penggunaan air minum  sehat, padahal air minum adalah hal yang paling esensial bagi manusia.
 
"Inilah pentingnya edukasi bagi masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya air minum yang paling esensial bagi kehidupan manusia, dan semakin kritis dalam memilih air minum yang akan dikonsumsi untuk keluarga, " katanya.
 
Ia juga menekankan agar masyarakat lebih teliti dan kritis dalam mencermati kebersihan dan keamanan air yang diminum sehari-hari. Utamanya dengan memastikan wadah makanan dan minuman yang digunakan  juga harus benar-benar aman dari bahan kimia berbahaya, seperti BPA.
 
"Sebagai ibu, saya tentu saja sangat peduli dengan segala hal yang berhubungan dengan Kesehatan,” katanya. “Dari informasi yang saya baca, banyak sekali air kemasan yang menggunakan wadah bercampur BPA, di mana jika tidak sengaja terkonsumsi akan berisiko memicu penyakit jantung, kanker, kelainan organ hati, diabetes, gangguan otak dan gangguan perilaku pada anak kecil, " katanya.
 
Valencia juga mengingatkan agar pemerintah dan juga organisasi seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI}  untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan  BPA dalam kemasan makanan dan minuman yang beredar di masyarakat.  Masyarakat luas juga perlu terus diedukasi, sehingga masyarakat jadi lebih tenang dan tahu memilih yang terbaik untuk keluarga. 
 
“Saya mendorong pemerintah untuk segera menerbitkan label BPA free dan sertifikasi BPOM,” katanya, dengan tujuan agar masyarakat jadi lebih cerdas dalam memilih galon air minum dalam kemasan (AMDK) yang mereka beli.
 
Mengenai urgensi pemerintah, dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mempercepat pelabelan BPA pada kemasan galon air minum, ia mengatakan memang  sangat perlu. 
 
"Saya rasa ini (pelabelan BPA) akan membantu para orangtua, terutama kaum ibu, sebagai orang yang menentukan apa yang dikonsumsi oleh keluarga, jadi mereka lebih bisa memilih apa yang terbaik dan aman untuk kesehatan keluarga mereka, " katanya.
 
Saat ini, Indonesia punya masalah dengan ketersediaan air bersih. Akibatnya, jutaan masyarakat di Indonesia sangat tergantung pada produksi galon plastik keras polikarbonat (PC) yang bercampur bahan kimia BPA. Seperti diketahui, BPA memiliki bahaya residu dari proses luluhnya partikel tersebut dari galon plastik PC ke dalam air minum yang diwadahinya. Residu inilah yang dapat menyebabkan gangguan pada manusia dewasa dan anak-anak.
 
Ketergantungan konsumen Indonesia pada galon polikarbonat bekas pakai yang mengandung BPA ini tampak pada produksi air minum kemasan pada 2021 yang telah mencapai 30 miliar liter, dengan nilai penjualan sebesar Rp48 triliun. Sebuah angka yang fantastis.
 
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, ditemukan 4 dari 10 rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air minum dalam kemasan, baik dalam bentuk kemasan galon maupun kemasan botol. 
 
Dari tiga segmen air kemasan bermerek, penjualan air minum kemasan botol tercatat sebesar Rp22,6  triliun, disusul air minum dalam kemasan galon sebesar Rp20,1 triliun, dan air minum dalam kemasan gelas sebesar Rp4,8 triliun.
 
Data statistik industri mencatat, terdapat sekitar 1,17 miliar/tahun galon beredar di pasar, di mana 80% dari galon bermerek yang beredar di pasar merupakan galon kemasan dengan jenis plastik polikarbonat, sedangkan sisanya merupakan galon kemasan plastik dari jenis Polyethylene Terephthalate (PET). 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengkhawatirkan, Tak Ada BPA dan Usia Pakai Galon dalam SNI

Mengkhawatirkan, Tak Ada BPA dan Usia Pakai Galon dalam SNI

| Kamis, 08 Desember 2022 | 20:02 WIB

Benarkah Galon Dengan Bahan PET Lebih Punya Nilai? Begini Penjelasannya

Benarkah Galon Dengan Bahan PET Lebih Punya Nilai? Begini Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 08 Desember 2022 | 13:13 WIB

Terkini

7 Motor Listrik Jarak Tempuh Terjauh Harga Rp11 Jutaan, Sekali Ngecas Bisa Ngebut sampai 150 Km

7 Motor Listrik Jarak Tempuh Terjauh Harga Rp11 Jutaan, Sekali Ngecas Bisa Ngebut sampai 150 Km

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 20:47 WIB

Konten Clara Shinta 'Kok Bisa Selingkuh' Kembali Viral, Kini Disebut Kena Ain

Konten Clara Shinta 'Kok Bisa Selingkuh' Kembali Viral, Kini Disebut Kena Ain

Entertainment | Rabu, 01 April 2026 | 20:45 WIB

Sudah Diborgol, Kepala Pria Ini Tetap Diinjak Polisi, Video di Lubuklinggau Viral Picu Empati

Sudah Diborgol, Kepala Pria Ini Tetap Diinjak Polisi, Video di Lubuklinggau Viral Picu Empati

Sumsel | Rabu, 01 April 2026 | 20:43 WIB

Silsilah Keluarga Hasbi Jayabaya, Penerus 'Dinasti' Bupati Lebak Sindir Masa Lalu Wakilnya Eks Napi

Silsilah Keluarga Hasbi Jayabaya, Penerus 'Dinasti' Bupati Lebak Sindir Masa Lalu Wakilnya Eks Napi

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 20:42 WIB

Pertalite vs Pertamax: Mana yang Lebih Irit Buat Macet-macetan di Dalam Kota?

Pertalite vs Pertamax: Mana yang Lebih Irit Buat Macet-macetan di Dalam Kota?

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 20:35 WIB

Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir

Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:30 WIB

Lebih dari Sekadar Teror, Tumbal Proyek Hadirkan Plot Twist, Thriller, dan Gore Mencekam

Lebih dari Sekadar Teror, Tumbal Proyek Hadirkan Plot Twist, Thriller, dan Gore Mencekam

Entertainment | Rabu, 01 April 2026 | 20:30 WIB

Galaxy S25 Ultra Bisa Ditukar Gratis ke S26 Series, Ini Cara dan Syaratnya

Galaxy S25 Ultra Bisa Ditukar Gratis ke S26 Series, Ini Cara dan Syaratnya

Tekno | Rabu, 01 April 2026 | 20:28 WIB

Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran

Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran

Your Say | Rabu, 01 April 2026 | 20:25 WIB

Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia

Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 20:25 WIB